Makna Skala dan Proporsi pada Pagoda Avalokitesvara

Authors

  • Gracella Rachel Brilliant Megantiara UNIKA Soegijapranata
  • Gabriel Cornellius Widjaja Unika Soegijapranata
  • Charisel Registia Anandica Putri Unika Soegijapranata
  • Raden Vincentius Orienza Artha Unika Soegijapranata
  • Rosalia Rachma Rihadiani Unika Soegijapranata
  • Bonifacio Bayu Senasaputro Unika Soegijapranata

Keywords:

religius, ruang sakral, skala, vihara

Abstract

Vihara Buddhagaya Watugong merupakan salah satu pusat ibadah umat Buddha yang awalnya difungsikan sebagai pusat pengembangan Buddha Dhama di Semarang. Penelitian ini menelaah penerapan skala dan proporsi pada ruang doa Vihara Buddhagaya Watugong sebagai elemen fundamental dalam pembentukan citra arsitektur religius. Skala dan proporsi dipahami tidak hanya sebagai aspek teknis, melainkan juga sebagai medium yang mendorong terciptanya kesakralan dan kesucian ruang ibadah. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap makna dan fungsi penerapan skala dan proporsi dalam konteks arsitektur religius Vihara Buddhagaya Watugong. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, pengukuran manual serta perbandingan elemen arsitektural pada objek-objek yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan material pintu dan jendela dengan ukuran tinggi merepresentasikan nilai simbolis ajaran Vajrayana atau “Kendaraan Berlian", yang berakar pada Buddhisme Tantrik. Ajaran ini menekankan simbolisme ruang dan ritual, seperti sadhana dan seni mandala, yang berfungsi sebagai sarana mencapai pencerahan. Dengan demikian, penerapan skala dan proporsi di Vihara Buddhagaya Watugong tidak hanya berfungsi estetis, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual, simbolis dan teologis yang telah berkembang seja puncak pengaruh Buddhsme Tantrik pada abad ke-6 hingga ke-11.

Downloads

Published

2025-12-20