Pengaruh Kualitas Fasilitas Pelayanan terhadap Lama Waktu yang Dihabiskan Pengunjung di Museum Geologi

Authors

  • Muhammad Rizki Nurapriliansyah Universitas Komputer Indonesia
  • Salmon Priaji Martana Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.e001

Keywords:

museum, fasilitas pelayanan, pengunjung

Abstract

Setiap museum harus memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Museum tidak hanya sebagai sarana pembelajaran sejarah, tetapi juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi. Pengunjung yang datang ke museum mengharapkan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan melalui hiburan sejarah. Pada kenyataannya, masih ada museum yang tidak memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Fasilitas pelayanan yang buruk dapat membuat pengunjung bosan dan enggan datang kembali ke museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap lama waktu yang dihabiskan pengunjung. Data dikumpulkan dengan kuesioner tertutup yang dibagikan kepada 61 responden yang pernah berkunjung ke Museum Geologi. Setelah itu, data tersebut dianalisis menggunakan analisis korelasi, analisis regresi, dan analisis anova. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas pelayanan dan fasilitas yang baik akan membuat pengunjung merasa puas sehingga waktu yang dihabiskan di museum lebih lama. Pengunjung akan merasa puas apabila fasilitas pelayanan museum, seperti media informasi yang interatif, kebersihan, dan kelengkapan barang koleksi sangat baik.

References

Ansori, I. & Dewiyanti, D. (2020). Kriteria Ruang yang Mampu Memberikan Edukasi Sampah bagi Generasi Masa Depan. Jurnal Desain dan Arsitektur, Vol. 1(2), 41-42.

Asmara, D. (2019). Peran Museum dalam pembelajaran sejarah. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 2(1).

Dewi, L. (2017). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Nilai Produk Terhadap Kepuasan Pengunjung di Museum Pos Indonesia Bandung. EDUTURISMA, 1(2).

Dewiyanti, D. (2013). Historical Attachment Sebagai Daya Tarik Place, Studi Kasus: Masjid Salman, Bandung.

Kotler, N., & Kotler, P. (2007). Can museums be all things to all people?: Missions, goals, and marketing's role. In Museum management and marketing (pp. 313-330). Routledge.

Kotler, N. G., Kotler, P., & Kotler, W. I. (2008). Museum marketing and strategy: designing missions, building audiences, generating revenue and resources. John Wiley & Sons.

Munajat, A. H. & Natalia, T. W. (2018). Strategi Perencanaan Museum Berbasis Bencana Alam. Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, C015, 21-22.

Satya, Y., Maziyah, V. N. & Martana, S. P. (2022). Architectural Review Of Indonesian National Gallery Building. Jurnal Arsitektur Archicentre, 5(1), 14.

Su, Y., & Teng, W. (2018). Contemplating museums’ service failure: Extracting the service quality dimensions of museums from negative on-line reviews. Tourism Management.

Susanti, A. & Natalia, T. W. (2018). Public Space Strategic Planning Based on Z Generation Preferences. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 407, No. 1, p. 012076). IOP Publishing, 5.

Downloads

Published

2023-12-20