Potensi Motif Batik Karawang sebagai Pengembangan Wisata Lokal

Authors

  • Imam Baihaqi Kosasih Universitas Komputer Indonesia
  • Firman Irmansyah Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.e007

Keywords:

Batik Karawang, daya tarik, destinasi wisata

Abstract

Batik adalah bentuk seni dan simbol budaya asli Indonesia. Saat ini batik tidak hanya sekedar kekayaan budaya, namun telah menjelma menjadi sumber daya wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini didukung dengan wacana Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif mengenai pengembangan potensi pariwisata di berbagai wilayah Indonesia. Kemungkinan ini semakin berkembang seiring berkembangnya pola budaya daerah, salah satunya adalah macam Batik Karawang. Batik Tarawang telah dipopulerkan oleh keluarga Tan Jen Kwat sejak tahun 1860 dan diciptakan oleh Ibu Vincia Hagen (istri pelukis kondang Raden Saleh). Hal tersebut menjadi salah satu potensi menarik untuk dikaji. Penggunaan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan penelitian kepustakaan. Hasilnya dari penelitian menemukan bahwa Batik Karawang memiliki beragam motif dan ciri khas, serta memiliki potensi besar tidak hanya untuk pengembangan promosi budaya tetapi juga sebagai destinasi wisata yang lengkap.

References

Anas, B., Hasanudin, P., R. & Sunarya, Y.Y. (1997). Indonesia indah no.8; “Batik”, Jakarta: Yayasan Harapan Kita/BP3 TMII.

Djumena,N.S. (1990). Batik dan mitra, Jakarta: Djambatan.

Fitinline. (2013, Augustus 25). Batik Karawang. Dikutip dari https://fitinline.com/article/read/batik-karawang/, diakses tanggal 3 Agustus 2023.

Laksitarini, I. N., Sunarya, Y. Y., & Tresnadi, C. (2019). Adaptasi Visual Pare sebagai Desain Ragam Hias Batik Karawang.

Martana, S. P., dikutip dalam Prasetyo, F. S. & Natalia, T. W. (2021). Penerapan Konsep Simbiosis Terhadap Fasad Bangunan Tourist Information Centre Di Kediri. Jurnal Desain dan Arsitektur, 2(1), 24-28.

Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.

Moleong, Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung; PT Remaja Rosdakarya.

Prasetyo, Y. H., & Astuti, S. (2017). Ekspresi Bentuk Klimatik Tropis Arsitektur Tradisional Nusantara dalam Regionalisme. Jurnal Permukiman, 12(2), 80-94.

Putra Putri batik Karawang (2018, Februari 15). Dikutip dari http://putraputribatikkarawang-ippbk.blogspot.com,diakses tanggal 3 Agustus 2023.

Prizilla, A., & Sachari, A. (2019). Klowong technique as alternative for continuity of Rifa’iyah Batik production in Kalipucang Wetan, Jawa Tengah. VISUALITA, 7(2), 1-12.

Qayyimah, F. 2017. Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Di Kebun

Raya Bogor. Skripsi. Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor: Program Studi Usaha Perjalanan Wisata.

Ridwan, Mohamad dan Windra Aini. 2019. Perencanaan Pengembangan Daerah Tujuan Pariwisata. Yogyakarta : CV. Budi Utama.

Rizkita, W. H. & Hakim, L. (2019). Strategi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam

Pengembangan Batik Karawang Di Kabupaten Karawang. Universitas Singaperbangsa Karawang

Suwena, I. K. & I Gusti N. W., dikutip dalam Putri, P. N. H., Astuti, S., & Safitri, C. (2022). Analisis Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat Lokal di Era New Normal. Jurnal EMT KITA, 6(2), 383-389.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009. Tentang Kepariwisataan.

Downloads

Published

2023-12-20