Analisis Transformasi Fungsi, Tata Ruang, dan Material pada Museum Bahari

Authors

  • Maureen Sabrina Zahira Universitas Pembangunan Jaya
  • Melania Lidwina Pandiangan Universitas Pembangunan Jaya
  • Issa Samichat Ismail Tafridj Universitas Pembangunan Jaya

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.f001%20

Keywords:

transformasi, revitalisasi, tata ruang, material

Abstract

Museum Bahari merupakan bangunan cagar budaya yang mengalami transformasi pada fungsi bangunannya. Pada zaman VOC, kependudukan Jepang, dan setelah kemerdekaan Indonesia bangunan ini dijadikan gudang. Diresmikan menjadi Museum Bahari pada pada 7 Juli 1977. Seiring perkembangan zaman, dalam mempertahankan keaslian bangunan Museum Bahari yang sudah mengalami transformasi pada fungsi, membuat penelitian ini merumuskan masalah untuk diteliti ini yaitu bagaimana transformasi yang terjadi pada fungsi bangunan Museum Bahari dan bagaimana dampak transformasi pada tata ruang hingga material. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sejauh mana transformasi pada fungsi bangunan Museum Bahari dapat berpengaruh pada tata ruang serta material. Dalam menganalisis penelitian metode yang digunakan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menjawab dari rumusan masalah, yaitu semua fungsi ruang pada bangunan Museum Bahari berubah total dari fungsi awalnya. Dampak transformasi mengakibatkan adanya revitalisasi yang membuat terjadinya transformasi pada tata ruang dan juga material.

References

Danisworo, M. (2002). Revitalisasi Kawasan Kota: Sebuah Catatan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kota. Yogyakarta: Urdi Vol. 13

Ching, DK, (1996), Architectural Graphics, Seattle, John Wiley & sons Ltd

Habraken, N. J. (1983): Transformation of the site. Cambridge, Massachusetts: A Water Press.

Rapoport, Amos. (1969). House form and culture. London: New Jersey: Prentice Hall.

Santoso. (2010). Teori-teori psikologi sosial. Bandung: PT Refika Aditama

Swasono, S. E. (2002). Sistem Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi Rakyat.

Artikel-Th. I-No

Vaulina, D. (2023) Material Angkur Menjadi Aksesoris. (M. S. Zahira, Interviewer)

Vaulina, D. (2023) Pilar Sebagian Asli dan Tidak Asli. (M. S. Zahira, Interviewer)

Tarigan, Robinson. (2015). Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

White, E. T., (1986). Tata Atur : pengantar merancang arsitektur. Bandung: Penerbit ITB.

Downloads

Published

2023-12-20