Penerapan Tanaman Aromatik Melalui Pendekatan Arsitektur Biofilik dalam Mengatasi Urban Stres
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.11.g001Keywords:
tanaman aromatik, arsitektur biofilik, urban stressAbstract
Permasalahan urban stres telah menjadi tantangan yang signifikan dalam lingkungan perkotaan modern, mempengaruhi kesejahteraan psikologis penduduk kota. Penelitian ini menganalisis penerapan tanaman aromatik melalui pendekatan arsitektur biofilik sebagai solusi urban stres. Konsep arsitektur biofilik digunakan untuk mengintegrasikan unsur alam ke dalam lingkungan perkotaan, dengan perhatian khusus pada pemanfaatan tanaman aromatik. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kehadiran dan aroma tanaman aromatik dapat mempengaruhi penurunan tingkat stres di lingkungan perkotaan. Metode perancangan yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan deskriptif berupa kajian literatur terkait analisis lingkungan perkotaan, pemilihan tanaman aromatik, dan implementasi desain arsitektur biofilik dalam mengatasi permasalahan urban stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman aromatik dalam perancangan lingkungan perkotaan melalui pendekatan arsitektur biofilik berpotensi mengurangi stres perkotaan secara signifikan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk perkotaan. Dengan demikian, penerapan konsep ini dapat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih seimbang dan mendukung kesehatan mental serta fisik penduduk.
References
Astuti, S. (2006). Sustainable Development in Public Area to Enhance Ecological Open Space Use, In Urban Tropical Settlements. Writing Manuals, 89.
Astuti, R., & Nugrahwati, F. (2018). nd Intervention Using Rose Aromatherapy To Lowering Blood Pressure Of Elderly With Hypertension. Group, 1(02).
Dewiyanti, D. (2009). Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung: Suatu tinjauan awal taman kota terhadap konsep kota layak anak. Majalah Ilmiah UNIKOM, 7(1), 13-26.
Fatimah, D. (2020). Biophilic Design as A Strategy for Increasing The Quality of Spaces in Offices. In Proceeding of International Conference on Business, Economics, Social Sciences, and Humanities (Vol. 3, pp. 645-651).
Gullone, E. (2000). The biophilia hypothesis and life in the 21st century: increasing mental health or increasing pathology?. Journal of happiness studies, 1(3), 293-322.
Harapan S, A. (2016). Strategi Dan Model Perancangan Kawasan Pesisir Perkotaan di Kota Luwuk Segmen Simpong. Banda Aceh: Prosiding Seminar Nasional Dengan Tema Permukiman dan Kota Lestari.
Heath, O., Jackson, V., & Goode, E. (2018). Creating positive spaces using biophilic design. London, UK: Interface DesignLab.
Kellert, S., & Calabrese, E. (2015). The Practice of Biophilic Design. London: Terrapin Bright LLC.
Linck, V. D. M., da Silva, A. L., Figueiró, M., Caramao, E. B., Moreno, P. R. H., & Elisabetsky, E. (2010). Effects of inhaled Linalool in anxiety, social interaction and aggressive behavior in mice. Phytomedicine.
Puhakka, S., Pyky, R., Lankila, T., Kangas, M., Rusanen, J., Ikäheimo, T. M., ... & Korpelainen, R. (2018). Physical activity, residential environment, and nature relatedness in young men—A population-based MOPO study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 15(10), 2322.
Pujiati, W., Nirnasari, M., Saribu, H. J. D., & Daratullaila, D. (2019). Aromaterapi Kenanga Dibanding Lavender terhadap Nyeri Post Sectio Caesaria. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(1), 257-270.
Susanti, A., & Natalia, T. W. (2018). Public space strategic planning based on Z generation preferences. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 407, No. 1, p. 012076).
Linck, Y., Ivana, T., & Agustina, D. M. (2017). Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Stress Dalam Menjalani Osce Mahasiswa Semester VI Angkatan VIII Di Stikes Suaka Insan Banjarmasin. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI), 2(1), 1-9.
Ulrich, R. S. (1993). Biophilia, biophobia, and natural landscapes. The biophilia hypothesis, 7, 73-137.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nabilah Amiroh, Salmon Priaji Martana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




