Strategi Pengembangan Sarana Prasarana Pariwisata Berbasis Wisata Bahari di Kepulauan Spermonde Kota Makassar

Authors

  • Wiwik Wahidah Osman Universitas Hasanuddin
  • Mimi Arifin Universitas Hasanuddin
  • Marly Valenti Patandianan Universitas Hasanuddin
  • Suci Anugrah Yanti Universitas Hasanuddin
  • Nurmaida Amri Universitas Hasanuddin
  • Isnawati Osman Universitas Hasanuddin
  • Sahabuddin Latif Universitas Muhammadiyah Makassar

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.g025

Keywords:

Kepulauan Spermonde, pengembangan, sarana prasarana, wisata bahari

Abstract

Gugusan pulau-pulau kecil yang dikenal dengan nama Kepulauan Spermonde memiliki potensi sumberdaya yang menunjang kegiatan pariwisata, namun masih minimnya pengelolaan sumberdaya, pelestarian lingkungan, dan sarana prasarana permukiman yang menunjang kegiatan wisata. Penelitian ini membahas potensi wisata bahari di kepulauan spermonde, ketersediaan sarana dan prasarana penunjang wisata, serta strategi yang dapat diterapkan di Kepulauan Spermonde. Lokasi penelitian di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar. Teknik pengumpulan data berupa survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi visual. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif (komparatif), analisis spasial berupa pemetaan, serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan sarana prasarana wisata di Kepulauan Spermonde sebagai penunjang ekonomi penduduk lokal dibutuhkan perencanaan sarana akomodasi, perencanaan dermaga kapal reguler dan kapal atau perahu sewaan, perencanaan pos pelayanan dermaga, perencanaan toilet umum, dan pengembangan moda transportasi laut.

References

Capsule, Jet. (2022). Jet Capsule. http://www.seajetcapsule.com/MainSite/JetTaxiPage.html

Cooper, C. John Fletcher, David Gilbert and Stephen Wanhill. (1995). Tourism: Principles and Practice. London: Pitman Publishing.

Dahuri, Rokhmin. (2011). Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Bogor Agricultural University. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43952

de Klerk, L.G. de., 1983. Zeespigel Riffen en Kustflakten in Zuitwest Sulawesi, Indonesia, PhD Thesis Utrecht Netherland.

Fadhil, M. A., Ihsan., & Rasyid, A. R., (2019). Interaksi Wilayah Kepulauan Spermonde Kota Makassar. Jurnal Wilayah & Kota Maritim (Journal of Regional and Maritime City Studies), 7, 375–383. https://doi.org/10.20956/JWKM.V7I0.1341

Fandeli, Chafid. (2002). Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Fienso. (2011). Ide Toilet Umum. Citra Indah City. https://citraindahciputra.wordpress.com/2011/04/20/ide-toilet-umum/

Idrus, R. M., Badawing, D. Y. S., & Irwanto, I. (2021). Communities Vulnerability Mapping of Spermonde Coral Islands. Torani Journal of Fisheries and Marine Science, 4(2), 125–132. https://doi.org/10.35911/TORANI.V4I2.14688

Kecamatan Ujung Tanah dalam Angka, Tahun 2022.

Melisa. (2017). 10 Penginapan Terapung di Indonesia. Buka Pintu, Ingin Langsung Nyemplung! Travellingyuk. https://travelingyuk.com/hotel-terapung-indonesia/24471/

Pendit, Nyoman. (1999). Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: Pradnya Paramita.

Retnaningdyah, C., Hakim, L., Sikana, A. M., & Hamzah, R. (2019). Keterkaitan Aktivitas Manusia dengan Kualitas Ekosistem Perairan Pantai di Kepulauan Spermonde, Makassar, Sulawesi Selatan. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 7(3), 129–135. https://biotropika.ub.ac.id/index.php/biotropika/article/view/566

Sarira, Tinna Matius., dkk., (2023). Pola Perjalanan Wisatawan di Kepulauan Spermonde. Jurnal Geography. Volume 11, No. 1, April 2023, Hal. 119-132. e-ISSN 2614-5529 | p-ISSN 2339-2835. Universitas Muhammadiyah Mataram. http://journal.ummat.ac.id/index.php/geography

Siginachy. (2013). http://siginarchy.blogspot.com/2013_11_01_archive.html.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.

Taxi, New York Taxi. (2023). Coronavirus: Yor Health and Safety is of Upmost Importance. https://nywatertaxi.com/coronavirus/

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 27 tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Warpani, Suwardjoko P. (2007). Pariwisata dalam Tata Ruang Wilayah. Bandung: Institut Teknologi Bandung. ISBN 9791344043.

Zhafirah, A., & Nugraha, R. N. (2022). Potensi Wisata Bahari Dalam Mendukung Pariwisata di Pulau Sangiang, Banten. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(6), 6463–6470. https://doi.org/10.47492/JIP.V3I6.2102

Downloads

Published

2023-12-20