Penelitian Cahaya Pada Pembentukan Religiusitas Gereja Katedral Semarang
Keywords:
cahaya, religiusitas, gereja, arsitektur, spiritualitasAbstract
Artikel ini membahas bagaimana cahaya yang alami maupun buatan berperan dalam membentuk rasa yang lebih religius untuk umat di dalam Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Semarang. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggunakan observasi arsitektural, dokumentasi visual, dan kajian literatur untuk mengeksplorasi bagaimana pencahayaan menciptakan suasana spiritual yang khusyuk dan kontemplatif. Cahaya masuk melalui jendela kaca dan bukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencahayaan alami tidak hanya memperkuat ekspresi bentuk sakral gereja, tetapi juga membangkitkan rasa kagum dan koneksi spiritual pada umat yang beribadah. Cahaya diperlakukan sebagai elemen simbolik ruang secara emosional dan visual. Dengan demikian, cahaya memiliki peran penting dalam membentuk atmosfer religius di dalam gereja Katolik, memperkuat persepsi akan sakralitas ruang, dan memperdalam pengalaman spiritual umat. Penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi pencahayaan dalam arsitektur gereja tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga sangat bermakna secara teologis dan psikologis.




