Pengaruh Alih Fungsi Hunian Menjadi Coffee Shop dan Resto Terhadap Aspek Kenyamanan

Authors

  • Fasikhi Universitas Kristen Indonesia Jakarta
  • Uras Siahaan Universitas Kristen Indonesia
  • M. Maria Sudarwani Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.11.g061

Keywords:

alih fungsi hunian, aspek kenyamanan, ruang terbuka hijau

Abstract

Kegiatan alih fungsi hunian menjadi coffee shop dan resto di Jalan Elang Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan berada di tengah permukiman kota, dan memberikan dampak terhadap kenyamanan suatu hunian sehinga berkontribusi kepada pengembang, pemilik coffee shop, dinas terkait sebagai pengendali kawasan pemukiman secara, serta pilihan warga sendiri untuk memilih tinggal atau mencari permukiman yang dirasakan lebih nyaman. Dari alasan tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh alih fungsi hunian menjadi komersial, dalam hal ini fokus pada kuliner coffee shop dan resto yang berkaitan dengan ruang terbuka hijau, aksesibilitas, privasi, dan kualitas lingkungan, sehingga didapatkan data kenyamanan dan ketidak kenyamanan yang dirasakan warga disekitar, lalu seberapa besar pula pengaruhnya terhadap indikator indikator kenyamanan. Metode penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner terhadap warga di dua kelurahan yang bersinggungan dan pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut, kuesioner berjumlah 500 responden secara random dan didistribusikan melalui perangkat kelurahan dengan media Google Form menggunakan instrumen tertutup (1-5) skala Likert. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara aktifitas kuliner di coffee shop dan resto terhadap aspek-aspek kenyamanan warga yang tinggal disekitarnya, aspek kenyamanan juga dirasakan oleh pengguna jalan yang melintas.

References

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, ‘Profil Kota Tangerang Selatan 2020’, Bappeda.Tangerangselatankota.Go.Id, 2020 <https://bappeda.tangerangselatankota.go.id/uploads/profile/5.pdf>

Chambers, L. A. (1976). Classification and Extent of Air Pollution Problems. In A.C.Stern (Eds.), Air pollution, 3rd ed, Volume I. New York: Academic Press.

Ching, Francis D.K. 1993. Arsitektur : Bentuk Ruang dan Tatanan (edisi Kedua). Erlangga. Jakarta.

Cintyarani, Ambayu Gracia, Rizon Pamardhi-Utomo, and Nur Miladan, ‘Alih Fungsi Hunian Menjadi Komersial Dan Kenyamanan Bermukim Di Bintaro Sektor 9 Tangerang Selatan’, Desa-Kota, 3.1 (2021), 17 <https://doi.org/10.20961/desa-kota.v3i1.45907.17-23>

Creswell, M. I. (2013). Higiene Industri. Yogyakarta: CV Bimotry Bulaksumur Visual.

Departemen Kesehatan RI. (2009). Undang-Undang Nomer 26 Tahun 2009 tentang Kesehatan Indonesia.

Fitrianingsih, Eka. (2017). Tinjauan Terhadap Alih Fungsi tanah Pertanian ke Non Pertanian (Permukiman) di Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur. Skripsi. Fakultas Hukum, Universutas Hasanudin Makassar.

Hall, E. T. (1966). The hidden dimension, 1st ed. New York, NY, US: Doubleday & Co.

Harris, Cyril M. 1975. Dictionary of Architecture and Construction, McGrawHill, Inc, United Stated of America.

Kolcaba, Katharine. (2003). Comfort theory and practice: a vision for holistic health care and research. New York : Springer Publishing Company

Komarudin, Widya Alfisa, and Endang Setyaningrum, ‘Pembangunan Perkotaan Berwawasan Lingkungan’, Direktorat Jenderal Cipta Karya, 53.9 (2020), 1–458

Lindarto, D., S. Sirojuzilam, B. Badaruddin, and D. N. Aulia, ‘The Place Character as Land Use Change Determinant in Deli Serdang’, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126.1 (2018) <https://doi.org/10.1088/1755-1315/126/1/012080>

Nasyith, Dzakiy, ‘Analisis Ketersediaan Oksigen Untuk Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Tangerang Selatan Tahun 2017’, Geo-Image, 9.1 (2020)

Nurelawati, Arisa, et al. "Tren Alih Fungsi Lahan Sawah di Kabupaten Klaten." Agrista: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agribisnis UNS, vol. 2, no. 1, 2018.

Paul, B. K., & Rashid, H. (2017). Chapter Six - Land Use Change and Coastal Management (B. K. Paul & H. B. T.-C. H. in C. B. Rashid (eds.); pp. 183–207). Butterworth-Heinemann.https://doi.org/https://doi.org/10.1016/B978-0-12-805276-1.00006-5

Priansa, Doni Juni. 2017. “Perilaku Konsumen dalam Persaingan Bisnis Kontemporer”. Bandung: Alfabeta

Rapoport, Amos. (1969). House Form and Culture. Englewood Cliffs, N.J.:Prentice Hall

Rubenstein, Harvey M, 1992. Pedistrian Malls Streetscapes,and Urban Spaces, New York.

Sanders, M.S. and McCormick, E.J., 1993, Human Factors In Engineering and Desain, 7th edition, McGraw-Hill Book Company, New York.

Sheth, J., N. dan Sisodia, R., S. (2012). The 4A’s of Marketing. Creating Value for Customers, Companies and Society. New York. Routledge.

Sefaji, Ghavi Yuda, dkk. 2018. Kesiapan Aksesibilitas Stasiun Solo Balapan dalam Melayani Trayek Kereta Api Penghubung Bandara Adi Soemarmo dan Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Volume 13, Nomor 1 (2018). https://jurnal.uns.ac.id/region/article/download/17250/14400

Sidauruk, T. (2012). Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Di Perkotaan. Jurnal.Unimed.Ac.Id, 4(2).Zaini, Abdul Kudus. 2015. “Analisa Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Di Sekolah Dasar Katolik Santa Maria Pekanbaru.” 15(April):20–32.

Sommer, Robert. (1969). Personal Space. The Behavioral Basis of Design.

Tangerangnews. (2021). Ratusan Kedai Kopi Menjamur Tangsel Bersiap Jadi Kota Kopi. https://tangerangnews.com/tangsel/read/37965/Ratusan-Kedai-Kopi-Menjamur-Tangsel-Bersiap-Jadi-Kota-Kopi

Fandi, Tjiptono. 2014. Service, Quality & Satisfaction. Edisi 3. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Widarjono, Agus. (2015). Statistika Terapan Edisi Pertama. Yogyakarta: UPP STIM YKPN

Widyarthara, Adhi, ‘Konsep Kenyamanan Perumahan Sub Urban’, PAWON: Jurnal Arsitektur, 1.2 (2017), 55–63

Downloads

Published

2023-12-20