Pengelolaan Lahan dan Produk Agrikultur Berbasis Indigenous Knowledge di Kasepuhan Ciptagelar sebagai Sistem Ketahanan Pangan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.7.b040%20Keywords:
agrikultur, ciptagelar, indigeneous knowledge, ketahanan, panganAbstract
I ndonesia terkenal sebagai Negara Agraris, namun pada kenyataannya masih membutuhkan impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Kurangnya efektivitas pengelolaan lahan dan produk bidang agrikultur menjadi permasalahan krusial. Pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, budaya padi (rice culture) mengaglomerasi menjadi indigenous knowledge yang kaya akan filosofi, sistem kepercayaan, dan ilmu pengetahuan, yang melekat kuat dalam segala bentuk aktivitas masyarakatnya. Pengelolaan lahan dan pengolahan produk agrikultur yang masih berpegang teguh pada tradisi leluhur memberikan kekuatan sistem pangan yang sangat baik. Kemampuan ini dapat diadopsi sebagai sistem pengelolaan ketahanan pangan untuk menjaga kedaulatan pangan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research). Penelitian ini dilakukan di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi. Pendeketan metode yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian dapat dijadikan sebagai pengetahuan sistem pengelolaan lahan dan pengolahan produk agrikultur sebagai ketahanan pangan nasional.
References
Amang, B. and N. Sapuan. 2000. Can Indonesia feed itself? p. 91-105. In B. Arifin and H.S. Dillon (Eds.). Asian agriculture facing the 21st century.
Geriya, S. S. 2009, Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali dalam http://www.balipos.co.id (diakses 1 Oktober 2018)
Khudori. Political Will Pemerintah dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Diversivikasi Pangan. Makalah dalam Seminar Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia Melalui Diversivikasi Pangan. Gama Cendekia. UGM Yogyakarta. Maret 2009.
Kusdiwanggo S. 2011. Aspek Jender Pada Arsitektur Lumbung. Proseding Seminar Nasional The Local Tripod, hh. 110-116.
Nababan. 1995. Kearifan Tradisional dan Pelestarian Lingkunan di Indonesia. Jurnal Analisis CSIS. Tahun XXIV No. 6 Tahun 1995.
Permana, C.E. 2010. Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam Mitigasi Bencana. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Rahmawati, R. Subair. Idris. Gentini. Ekowati, D. & Setiawan, U. 2008. Pengetahuan Lokal Masyarakat Adat Kasepuhan Adaptasi, Konflik dan Dinamika Sosio-Ekologis. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi dan Ekologi Manusia. 2 (2): 151-190.
Swastika, D.K.S. 2011. Membangun Kemandirian dan Kedaulatan Pangan untuk Mengentaskan Petani dari Kemiskinan. Pengembangan Inovasi Pertanian. 4(2): 103-117.
Perum bulog. 2018. Berapa Stok Beras Perum Bulog?, Jakarta:katadata.co.id,https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/01/16/berapa-stok-beras-perum-bulog (diakses 23 September 2018)
Pramono, T. 2005. Saatnya Menerapkan Kebijakan Kedaulatan Pangan (Memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober). http://www.fspi.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=43Itemid=38. (30 September 2018).
Sulistyowati, A. 2003. Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan: Pengalaman Kuba. Wacana ELSPPAT. http://www.elsppat.or.id/download/PDF/wacana/27.pdf. (30 September 2018).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2018 Puji Astutik, Dinny Rahmaningrum, Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri, Susilo Kusdiwanggo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




