Peran Elemen Lanskap Vihara Buddhagaya Watugong dalam Mendukung Nilai Religius dan Arsitektur

Authors

  • Yohana Bintang UNIKA Soegijapranata
  • Mochelly Risafa Unika Soegijapranata
  • Laras Andira Universitas Katolik Soegijapranata
  • Rosalia Rihadiani Universitas Katolik Soegijapranata
  • Bonifacio Bayu Senasaputro Universitas Katolik Soegijapranata

Keywords:

arsitektur, lanskap, sakral, budaya, ruang

Abstract

Vihara Buddhagaya Watugong terletak di Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, dan telah menjadi destinasi wisata religi sejak diresmikan pada akhir tahun 2005. Kompleks vihara ini terdiri dari berbagai elemen landskap fisik seperti Pagoda Avalokitesvara Pagoda tertinggi di Indonesia dengan arsitektur khas Tiongkok serta Dharmasala, Batu Watugong, Kuti Meditasi, taman baca publik, dan pohon Bodhi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan observasi langsung dan studi literatur untuk mengidentifikasi elemen-elemen lanskap yang mendukung fungsi kawasan sebagai tempat ibadah sekaligus daya tarik wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan arsitektur oriental, vegetasi khas, dan tata ruang terbuka menciptakan suasana sakral sekaligus estetis, yang memperkuat identitas kawasan sebagai pusat spiritual dan budaya. Pengelolaan lanskap yang terintegrasi dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan religi menjadi faktor kunci dalam pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan di Kota Semarang.

Downloads

Published

2025-12-20