Adaptasi Ruang Komunal terhadap Perilaku Penghuni Rusunawa Kabupaten Asahan

Authors

  • Maulia Ummy Siregar Universitas Malikussaleh
  • Soraya Masthura Hassan Universitas Malikussaleh
  • Hendra A. Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.b009

Keywords:

rusunawa, adaptasi, penghuni, ruang komunal

Abstract

Rumah susun adalah rumah yang tersusun secara vertikal dengan unit-unit hunian yang dihuni oleh masyarakat dengan luas yang terbatas. Di Kabupaten Asahan terdapat Rusunawa yang memiliki 4 tower yaitu twinblock A, B, C, dan D dengan masing-masing tower tersebut memiliki penghuni yang sering berkumpul sehingga membentuk ruang komunal. Dengan penghuni yang berasal dari sifat dan perilaku yang berbeda-beda maka adaptasi yang dilakukan pun berbeda sesuai dengan kebutuhan penghuni masing-masing. Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui adaptasi ruang komunal yang ada di Rusunawa Kabupaten Asahan terhadap penghuni dan kebutuhan penghuni sebenarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk pemilihan sampel pada ruang komunal menggunakan teknik sampling insidental, selanjutnya analisis dilakukan pada tiap ruang komunal pada Rusunawa yang dikaitkan dengan teori Altman et al. (1980) tentang adaptasi perilaku, sehingga hasil penelitian ini berupa penyesuaian terhadap perilaku penghuni dengan membentuk ruang komunal yang dikaitkan dengan adaptasi by adjustment, by reaction, dan by withdrawal.

References

Altman, I., Rapoport, A., & F. Wohlwill, J. (1980). Human Behavior and Environment, Advances in Theory and Research, Volume 4 Environment and Culture. Plenum Press.

Berry, J. W. (1980). Cultural ecology and individual behavior. Environment and Culture, 83–106. https://doi.org/10.1007/978-1-4899-0451-5_4

DataIndonesia.id. (2022). No Title. DataIndonesia.Id, 1. https://dataindonesia.id/sektor-riil/detail/rumah-susun-di-indonesia-bertambah-7075-unit-pada-2021

Faiq Sinatriya, M. (2020). Adaptasi Lingkungan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Komunika, 7(2), 122–129. https://doi.org/10.22236/komunika.v7i2.6334

Lang, J. (1987). Creating Architectural Theory. In Creating Architectural Theory. Van Nostrand Reinhold Company, New York. (pp. 162–172). https://scholarscompass.vcu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1154&context=jstae

Santoso, H. (2009). Persepsi Mahasiswa terhadap Ruang Komunal sebagai Tempat Interaksi Sosial. http://repository.unpas.ac.id/29790/

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif. Jakarta: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun, Pub. L. No. 20 (2011). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/39256/uu-no-20-tahun-2011

Wijayanti.S. (2000). Pola setting ruang komunal mahasiswa. In Magister Arsitektur Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2022-12-20