Kajian Kriteria Ruang Belajar pada Sekolah Luar Biasa (Studi Kasus: SLBN Aneuk Nanggroe Lhokseumawe)

Authors

  • Sarah Syah Dilla Sulistia Universitas Malikussaleh
  • Soraya Masthura Hassan Universitas Malikussaleh
  • Hendra A. Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.b017

Keywords:

Anak berkebutuhan khusus, arsitektur perilaku, interior ruang pembelajaran

Abstract

Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki kelainan fisik, mental, sosial, dan emosional serta memerlukan perlakuan khusus untuk mencapai potensinya secara maksimal. Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga mereka bersekolah di sekolah khusus yaitu SLB (Sekolah Luar Biasa). Penanganan anak berkebutuhan khusus tidak dipahami secara mendalam oleh orang tua maupun lembaga yang menanganinya. Ruang belajar untuk anak berkebutuhan khusus harus lebih diperhatikan baik dari segi sarana dan prasarananya. Dibutuhkan interior yang dapat mendukung karakteristik anak berkebutuhan khusus untuk meningkatkan perkembangan intelektual anak berkebutuhan khusus. Maka dari itu, diperlukan penelitian khusus untuk mengungkap pengaruh ruang terhadap karakteristik anak berkebutuhan khusus dalam ruang belajar. Kajian pengamatan perilaku siswa berkebutuhan khusus dilakukan di SLBN Aneuk Nanggroe Lhokseumawe. Kajian ini menggunakan metode pengamatan perilaku untuk memperoleh data karakteristik siswa berkebutuhan khusus yang menjadi acuan dalam penyusunan konsep interior ruang pembelajaran. Sehingga ruangan tersebut nyaman dan dapat membantu perkembangan anak berkebutuhan khusus tersebut.

References

Adzara, R. N., & Widajanti, A. (2016). Anak Kebutuhan Khusus Down Syndrome Studi Kasus : SKH YKDW 01 Kota Tangerang. Vitruvian, 5(3), 105–162.

Astati. (2009). Modul Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunadaksa dan Tunalaras. Pengantar Pendidikan Luar Biasa, 54. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/194808011974032-ASTATI/Karakteristik_Pend_ATD-ATL.pdf

Astuti, A. D. (2019). Kajian Furniture Pada Interior Ruang Kelas Penyandang Autis. Narada : Jurnal Desain Dan Seni, 6(2), 227. https://doi.org/10.22441/narada.2019.v6.i2.002

Desiningrum, D. R. (2016). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. In Psikosain.

Haryadi & Setiawan, B. (2020). Arsitektur Lingkungan dan Perilaku. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Helaludin, H. W. (2019). Analisis Data Kualitatif: Sebuah Tinjauan Teori dan Praktik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Sekolah Inklusi dan Pembangunan SLB Dukung Pendidikan Inklusi, diperoleh 1 januari 2017. 48968. (kemdikbud.go.id)

Latif, M. B. & Nugrahaini, F. T. (2020). Evaluasi Ruang Kelas Siswa SLB Negeri Surakarta Bagian C Berdasarkan Karakteristik Anak Tunagrahita pada Jenjang Pendidikan Dasar Ditinjau dari Persepsi Pengajar. SIAR, 8686, 48–56.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 33 Tahun Tahun 2008, Pub. L. No. 33, Kementerian Pendidikan (2008).

Pratiwi, S. (2011). Psikologi Anak Berkebutuhan Khusus. Semarang: Kanisius.

Rochyadi, E. (2012). Karakteristik dan Pendidikan Anak Tunagrahita. Pengantar Pendidikan Luar Biasa, 6.3-6.54.

Downloads

Published

2022-12-20