Kajian Penerapan Metode Healing Environment Pada Bangunan Kantor Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Jakarta Timur

Authors

  • Satriya Aji Saputra Universitas Gunadarma
  • X. Furuhitho Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.b031

Keywords:

healing environment, kantor, kejenuhan, lingkungan kerja

Abstract

Kantor merupakan tempat yang memiliki kejenuhan tinggi hingga menimbulkan stres, dikarenakan faktor pekerjaan yang sangat padat. Selain karena pekerjaan ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang tidak kondusif memberikan dampak negatif pada pegawai. Ada beberapa metode yang dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga memberi dampak positif pada kejiwaan pegawai sehingga membantu memecahkan masalah kejenuhan hingga stres. Salah satunya metode Healing Environment merupakan desain yang dapat membantu pemulihan kejiwaan melalui perpaduan unsur alam, indra dan psikologis. Healing Environment memiliki 10 faktor fisik yaitu; pencahayaan, udara segar, aroma, taman, alam dari dalam ruang, kebisingan, tata ruang, suasana rumah, seni, dan warna. Kajian ini menunjukan bahwa pada Bangunan Kantor SDCKTRP (Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan) Jakarta Timur telah sesuai dengan dengan metode Healing Environment, karena elemen ruang kantor SDCKTRP Jakarta Timur memenuhi persyaratan 10 faktor fisik tersebut.

References

Bloemberg, F. C., Juritsjeva, A., Leenders, S., Scheltus, L., Schwarzin, L., Su, A., & Wijnen, L. (2009). Healing Environments in Radiotherapy. Wageningen: Produced by students of Wageningen University as part of their MSc-programme.

Lewa, E. I. I. K., & Subowo, S. (2005). Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan di PT. Pertamina (Persero) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Cirebon. Sinergi: Kajian Bisnis dan Manajemen.

Health Safety Executive (2018). Work Related Stress Depression or Anxiety Statistics in Great Britain, 2018.

Downloads

Published

2022-12-20