Telaah Pustaka Pendekatan Arsitektur Resilien di Kawasan Bencana

Authors

  • Damar Buana Universitas Komputer Indonesia
  • Dhini Dewiyanti Tantarto Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.13.a099

Keywords:

arsitektur resilien, kawasan bencana, bangunan sekolah, mitigasi risiko, studi literatur

Abstract

Kawasan rawan bencana memerlukan pendekatan arsitektur yang resilien, khususnya pada fasilitas vital seperti bangunan sekolah yang berfungsi sebagai pusat pendidikan sekaligus tempat evakuasi darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pustaka secara sistematis mengenai pendekatan arsitektur resilien yang diterapkan di kawasan bencana, dengan fokus pada penerapannya pada bangunan sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai sumber akademik dan studi kasus internasional maupun nasional, yang mencakup prinsip mitigasi risiko, adaptabilitas desain, keamanan struktural, serta peran komunitas dalam proses perencanaan dan pascabencana. Hasil telaah menunjukkan bahwa bangunan sekolah yang resilien tidak hanya ditandai oleh kekuatan struktur terhadap bencana, tetapi juga oleh fleksibilitas penggunaan ruang, keberlanjutan sumber daya, dan keterlibatan pengguna (guru, siswa, masyarakat) dalam perancangannya. Studi ini memberikan landasan teoritis untuk pengembangan pedoman desain sekolah yang aman, tangguh, dan kontekstual di wilayah rawan bencana di Indonesia.

References

Abdullah, Y. S., & Al-Alwan, H. A. (2019). Smart material systems and adaptiveness in architecture. Ain Shams Engineering Journal, 10(3), 623-638.

Allan, P., & Bryant, M. (2014). The attributes of resilience: a tool in the evaluation and design of earthquake-prone cities. International Journal of Disaster Resilience in the Built Environment, 5(2), 109-129.

Campos, P. (2020). Resilience, education and architecture: The proactive and “educational” dimensions of the spaces of formation. International journal of disaster risk reduction, 43, 101391.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Cynthia, C., Monica, F., Gratiano, G., & Solikhah, N. (2023). PERANCANGAN FASILITAS BERMAIN DAN BELAJAR BAGI ANAK PASCA BENCANA DI DESA CIHERANG, CIANJUR. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 7(2), 123-132.

Darmiany, D., Rosyidah, A. N. K., Karma, I. N., Witono, H., Husniati, H., & Widiada, I. K. (2019). PGSD Untuk Negeri: Terapi Bermain Sebagai Bentuk Trauma Healing Bagi Anak-Anak Korban Gempa Lombok. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2).

Dewanto, H. C. (2025). ANALISIS MATERIAL DAN SISTEM STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN PENAMBAHAN DILATASI (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Dewiyanti, D., Widianti Natalia, T., & Hertoety, D. (2022). Identifikasi Pilihan Tempat Bermain Anak pada Lingkungan Permukiman Terencana dan Tidak Terencana. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 11(4), 198-207

French, E. L., Birchall, S. J., Landman, K., & Brown, R. D. (2019). Designing public open space to support seismic resilience: A systematic review. International Journal of Disaster Risk Reduction, 34, 1-10.

Hizbaron, D. R., Hadmoko, D. S., Samodra, G., Dalimunthe, S. A., & Sartohadi, J. Tinjauan Kerentanan, Risiko dan Zonasi Rawan Bahaya Rockfalldi Kulonprogo, Yogyakarta Review of Vulnerability, Risk and Rockfall Danger Prone Zoning in Kulonprogo, Yogyakarta.

Irsyam, M., Hutapea, B. M., & Imran, I. (2017). Zonasi Hazard Gempa Bumi untuk Wilayah Jakarta. J. Tek. Sipil, 24(2), 159-166.

Liu, D., Deters, R., & Zhang, W. J. (2010). Architectural design for resilience. Enterprise Information Systems, 4(2), 137-152.

Martana, S. P. (2004). Ruang Terbuka Hijau sebagai Utilitas Kota dan Ruang Interaksi Masyarakat. Majalah Ilmiah Unikom, 4, 94-101.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Peters, T. (2021). The Social Contexts of Resilient Architecture'. Multisystemic Resilience, 625-645.

Ray, B. (2017). Response of a resilient community to natural disasters: The Gorkha Earthquake in Nepal, 2015. The Professional Geographer, 69(4), 644-654.

Rois, J. A. H., & Mutia, F. (2022). Penerapan Prinsip Resilience Architecture Pada Hunian Sementara Pascabencana. Tesa Arsitektur, 20(2), 105-116.

Schnädelbach, H. (2010). Adaptive architecture-a conceptual framework. proceedings of Media City, 197, 522-538.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of business research, 104, 333-339.

Suhamad, D. A., & Martana, S. P. (2020, July). Sustainable building materials. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 879, No. 1, p. 012146). IOP Publishing.

Triyadi, S., & Harapan, A. (2008). Kearifan lokal rumah vernakular di Jawa Barat bagian selatan dalam merespon gempa. Jurnal Sains dan Teknologi EMAS, 18(2), 123-134

Triyadi, S., Sudradjat, I., & Harapan, A. (2010). Kearifan Lokal Pada Bangunan Rumah Vernakular Di Bengkulu Dalam Merespon Gempa Studi Kasus: Rumah Vernakular di Desa Duku Ulu. Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal, 2(1), 1-7.

Triyadi, S., Sudradjat, I., & Harapan, A. (2007). Vernacular houses typology and its respond to the earthquake. Asian Transactions on Engineering, 1(02), 33-40.

Tucker, R. (2017). The Kids Are All Right: Designing an Earthquake-Resilient Classroom Table (Doctoral dissertation, Open Access Te Herenga Waka-Victoria University of Wellington).

Voigt, M. P., Roth, D., & Kreimeyer, M. (2022). Main characteristics of adaptive façades. Proceedings of the Design Society, 2, 2543-2552.

Downloads

Published

2025-12-20