Warung Lumpia Kak Lin Semarang: Model Pelestarian Bangunan Berbasis Partisipasi Masyarakat
Keywords:
adaptive reuse, genius loci, pelestarian bangunan, partisipasi masyarakat, warung lumpia Kak LinAbstract
Sejauh ini upaya pelestarian bangunan terhalang hambatan pembiayaan dan kurang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Di Kampung Kauman Semarang terdapat bangunan warisan yang menunjukkan kelestarian cukup baik yaitu bangunan Warung Lumpia Kak Lin (WLKL) di tengah kelapukan bangunan warisan kawasan Kauman lainnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana dan unsur apakah yang menjadikan bangunan WLKL ini mampu tampil lestari. Dengan pendekatan kualitatif model studi kasus dilakukan observasi lapangan dan literatur dengan arahan strategi adaptive reuse. Metode analisis kritik interpretif dan photo voice mengungkapkan bahwa kuliner warisan kuliner lumpia adalah genius loci yang menjadi kunci penggerak dan dimanfaatkan sebagai maskot WLKL sehingga menimbulkan bangkitan ekonomi yang signifikan untuk biaya pelestarian dan mengurangi ketergantungan pembiayaan dari Pemerintah semata. Model ini juga menjamin kelangsungan pemeliharaan bangunan oleh adanya rasa sense of belonging pemilik serta keterlibatan masyarakat yang ikut bekerja di warung lumpia menjamin keberlanjutan pelestarian bangunan warisan tersebut.




