Pendekatan Semiotika pada Perancangan Museum Budaya Cina di Bogor
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.10.e081Keywords:
arsitektur cina, charles sanders peirce, museum, semiotikaAbstract
Budaya arsitektur di Indonesia berkembang beragam, baik budaya lokal atau bahkan budaya luar seperti budaya arsitektur dari Cina. Salah satu peninggalan penting budaya arsitektur Cina yang masih terlihat baik di Bogor adalah Klenteng Hong Tek Bio. Dalam hal ini, perlu dilakukan upaya pelestarian dengan cara memamerkan, menyimpan karya, dan bentuk edukasi lainnya agar kebudayaan Tionghoa tidak memudar ditelan zaman. Perancangan museum dengan pendekatan semiotika bertujuan menghidupkan kembali tradisi dan menjaga peninggalan masyarakat Cina, serta mengajak pengunjung lebih mengenali dari berbagai simbol atau tanda yang nantinya akan diterapkan ke museum budaya ini. Semiotika dalam arsitektur dikenal dengan istilah pemahaman dan pengenalan tanda. Tanda dari suatu bangunan adalah bentuk komunikasi di dalam arsitektur. Biasanya diterapkan pada bentuk fisik atau fasade bangunan. Penelitian ini menggunakan metode Semiotika Peirce, yaitu studi tentang tanda dan hubungannya, dimana tanda untuk berkomunikasi satu sama lain memberi makna pada lingkungannya. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa arsitektur Cina memiliki ciri bentuk yang unik dan konkret, kuat dan khas, baik strukturnya, bentuk, tata ruang, dan detail elemen ornamennya. Bentuk tersebut mampu menunjukkan keselarasan antara alam dan lingkungan binaan yang diciptakan.
References
Sobur, A. (2002). Analisis teks: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing. Bandung: Remaja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Syasmi Aisyah Berliani, Raziq Hasan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




