Sistem Kepercayaan dalam Perkembangan Rumah Tradisional Bugis
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.10.f001Keywords:
kepercayaan, lontar, rumah bugisAbstract
Rumah tradisional Bugis adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Rumah ini dibangun dengan menggunakan prinsip yang diperoleh secara turun temurun atas dasar unsur kepercayaan dalam pembangunannya. Keterangan kepercayaan sebagai dasar pertimbangan menjadi topik dalam penelitian ini. Penelitian ini sebagai tindakan preventif untuk mengabadikan karya budaya bangsa yang menuju kepunahan akibat semakin berkurangnya bahan kayu dengan jumlah dan dimensi yang sesuai dengan aslinya akibat globalisasi. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengungkapkan faktor pertimbangan pembangunan rumah Bugis dan kepercayaan yang mendasari pembentukannya. Metode penelitian adalah logical argumentation dengan menggunakan referensi dan keterangan lontaraq sebagai sumber kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa arsitektur tradisional Bugis masih kental dalam hal unsur kepercayaan dalam proses pembangunannya. Unsur kepercayaan yang ada sesungguhnya merupakan unsur positif yang mengharapkan keselamatan kepada penghuni dan lingkungan sosial kemasyarakatan. Unsur kepercayaan dalam perannya sebagai dasar pertimbangan pada masa lalu nampaknya telah mengalami pergeseran akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
References
ABUARKUB, M 2019, ‘Courtyard in Traditional Houses in Palestine’, Prostor, vol. 27, no. 1, pp. 88–99, viewed 23 September 2022, .resources.perpusnas.go.id:2077/login.aspx?direct=true&db=eih&AN=147724607&site=ehost-live>.
Abdul Mufti Raja, (2002). Keragaman Rumah Tradisional Makassar. Tesis Arsitektur UGM
Amos Rapoport (1969). House Form and Culture. Prentice-Hall, Inc.
Benslimane, N, Biara, RW & Bougdah, H 2020, ‘Traditional Versus Contemporary Dwellings in a Desert Environment: The Case of Bechar, Algeria’, Environmental Research, Engineering & Management, vol. 76, no. 4, pp. 118–130, viewed 23 September 2022,
Andi Muhammad Akbar, (2007) Faktor pembentuk karakter arsitektur rumah tradisional bangsawan bugis di Sulawesi Selatan. Tesis Arsitektur UGM.
Li S, Ding K, Ding A, et al. The Impact of Climate Change on Traditional Chinese Architecture. Natural History. 2021;129(10):22. Accessed September 23, 2022. https://e-resources.perpusnas.go.id:2077/login.aspx?direct=true&db=sch&AN=152864000&site=ehost-live
Mete Turan (1990). Tradisional Architecture. Paradigms of Environmental Response. Avebury
Najafi N. Iranian traditional architecture and energy saving (case study: Shiraz Ghajar houses). International Journal of Energy & Environment. 2013;4(5):871-878. Accessed September 23, 2022. https://e-resources.perpusnas.go.id:2077/login.aspx?direct=true&db=eih&AN=102419319&site=ehost-live
Norman K. Denzin, Yvonna S. Lincoln (2009). Handbook of Qualitative Researh. Pustaka Pelajar
Paisal (2008). Pengetahuan Lokal Masyarakat Bugis Wajo dalam memelihara kelangsungan hidup. Kajian sosiologi budaya terhadap perilaku masyarakat Wajo kegiatan Makkaja, Mapatettong Bola dan Mabatattau). Disertasi Universitas Hasanuddin
Waluya Hadi (2000). Perkembangan Rumah Ara di desa Ara Kebupaten Bulukumba. Tesis Arsitektur UGM.
Yüksek İ, Esin T. Analysis of traditional rural houses in Turkey in terms of energy efficiency. International Journal of Sustainable Energy. 2013;32(6):643-658. doi:10.1080/14786451.2013.769992
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Hartawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




