Pemilihan Tipe Hunian Masyarakat Dikaji dari Aspek Perilaku dan Keberlanjutan di Permukiman Pesisir Aeng Batu
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.10.f039Keywords:
permukiman pesisir, perilaku, keberlanjutan, perubahan bentuk rumahAbstract
Terjadi fenomea dalam masyarakat di desa Aeng batu, telah terjadi pergeseran bentuk rumah masyarakat yang semula berbentuk panggung atau balla rate menjadi bentuk non panggung yang dikenal dengan balla rawa atau balla batu. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang datang dari masyarakat dan lingkungannya. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aspek perilaku yang berpengaruh terhadap pilihan bentuk rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal, dan apakah bentuk rumah yang dipilih dapat berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah mix use. Hasilnya adalah masyarakat memilih bentuk rumah modern karena megikuti trend perkotaan dan ditunjang oleh kelangkaan dan sulitnya menemukan bahan bangunan kayu dan mahal. Masyarakat Bentuk rumah baru tersebut menggunakan material batu bata, karena mudah didapat dan salah satu material pembentuknya adalah pasir yang dapat diambil disekitarnya, perawatan rumah batu lebih mudah, pembangunan lebih mudah, lebih kuat, dan lebih murah, maka hal ini memenuhi syarat sebagai bahan bangunan sustainable.
References
Abdul Syani (1995). Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. Pustaka Jaya
Bintaro, R (1983). interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya, Ghalia Indonesia. Yogyakarta
Damalia Enesty Purnama, Agung Murti Nugroho, Bambang Yatnawijaya (….). Identifikasi Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal (Studi kasus bangunan dengan material bambu dan bata merah di Mojokerto). https://media.neliti.com/media/publications/112764-ID-identifikasi-pengaruh-material-bangunan.pdf
Donatus Patty, pengantar Sosiologi (2005). CV Kasih Indah. Kupang
Dwi Wahjoeni Soesilowati (2013). Fenomena Perubahan Bentuk Bangunan Rumah Tinggal Di Desa Sodo Paliyan, Gunung Kidul. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI Vol. 10 No. 3.
K.J. Veeger (1993). Realitas Sosial, Refleksi Filsafat Sosial atas Hubungan Individu Masyarakat Dalam Cakrawala Sejarah Sosiologi. Gramedia. Jakarta
Laksmi Kusuma Wardan (2007). Perubahan Desain Rumah Tinggal Jawa Menjadi Ruang Publik Terbatas (Dari Rumah Bangsawan ke Hunian Publik). DIMENSI INTERIOR, VOL. 5, NO. 2, DESEMBER 2007: 98-108
Lippsmeir, G. (1994). Bangunan Tropis. Jakarta: Erlangga.
Luthfia (2010). Perubahan Bentuk dan Fungsi Hunian Pada Rumah Susun Pasca Penghunian. Jurnal “ ruang “ VOLUME 2 NOMOR 2 September 2010. Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tadulako
Mamiek Nur Utami, Fadli Ardi, Muhammad Wildan Ma, Aditya Dwi Saputro, R. Roro Astrid Utari Ap (2014). Kajian Sustainable Material Bambu, Batu, Ijuk dan Kayu pada Bangunan Rumah Adat Kampung Naga. Jurnal Reka Karsa, Jurusan Teknik Arsitektur Itenas, No.2. Vol. 2.
Newmark and Thompson (1977). Self, Space, and Shelter. New York : Harper and Row Publisher.
Ratih Widiastuti (2013). “Stone, Steel, and Straw” Building Materials and Sustainable Environment. Seminar Nasional Scan #4:2013
Talcott Parsons (1994). A Functional Theory of Change”, dalam Eva Etzioni-Halevy dan Amitai Etzioni, Social Changes: Sources, Patterns and Consequences (New York: Basic Book, 1994), 76.
Wardani (2007). Perubahan Desain Rumah Tinggal Jawa Menjadi Ruang Publik Terbatas. Dimensi Interior, Vol. 5, No. 2, Desember 2007: 98-108
https://www.academia.edu/5923426/PERUBAHAN_KONSEP_RUMAH_TINGGAL
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Idawarni Asmal , Edward Syarif , Samsuddin Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




