Melihat Kota Pakwan Pajajaran melalui Kerangka Lewis Mumford

Authors

  • Budimansyah Niskala Institute
  • Miftahul Falah Universitas Padjadjaran
  • Anggi A. Junaedi STIKIP Pangeran Dharma Kusuma

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.h001

Keywords:

Pakwan Pajajaran, Lewis Mumford, kosmologi Sunda, morfologi kota, perancangan kota

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguak tata ruang Pakwan Pajajaran sebagai ibukota Kerajaan Sunda, sejauh mana pola ruang kota tersebut berkaitan dengan nilai-nilai kelokalan sebagaimana tergambar dalam historiografi tradisional. Pakwan Pajajaran yang dibangun sekitar awal abad ke-8M oleh Bujangga Sedamanah, merupakan sebuah kota yang lahir melalui perencanaan serta pemilihan lokasi yang dikhususkan untuk sebuah kota pusat kerajaan, seperti diceritakan dalam naskah Fragmen Carita Parahyangan. Fakta historis tersebut yang akan di tinjau dengan teori pertumbuhan kota dari Lewis Mumford, agar bisa memberikan gambaran bahwa Pakwan Pajajaran merupakan kota kuno yang melampaui zaman. Dalam penelitian ini metode sejarah akan dipergunakan sebagai fitur utama agar menghasilkan suatu kajian yang komprehensif, dan menggunakan teori tata kota, serta meminjam konsep memori kolektif sebagai dasar identitas masyarakat Sunda terkait masa lampau dan leluhurnya. Pakwan Pajajaran merupakan sebuah kota pegunungan, dengan topografi wilayah yang berbukit sehingga sirkulasi kota yang dihasilkan berpola radial, mengindikasikan sebuah desain kota kuno yang melampaui zamannya.

References

Bogor, D. markt van. (n.d.). De markt van Bogor. No. Inv. RV-200-6. Diambil 7 September 2022, dari https://collectie.wereldculturen.nl/#/query/038afc5f-48fe-4048-ad88-cd38e05654d2

Budimansyah. (2019). Rekonstruksi Kota Galuh Pakwan (1371 - 1475 M) dan Kota Pakwan Pajajaran (1482 - 1521 M). Universitas Padjadjaran.

Budimansyah. (2020). Tata Ruang Kompleks Keraton Sunda; Interpretasi Terhadap Naskah Bujangga Manik. In Miftahul Falah (eds.). Bogor Dalam Arus Sejarah (hal. 1–19). Unpad Press.

Clos, J. (2015). Panduan Internasional tentang Perencanaan Kota dan Wilayah.

Cortesao, A. (1944). The Suma Oriental of Tomé Pires, Volume I. The Hakluyt Society.

Danasasmita, S. (2014). Mencari Gerbang Pakuan. Kiblat Buku Utama.

Darsa, U. A. (2011). Nyukcruk Galur Mapay Laratan, Pucuk Ligar di Dayeuh Galuh Pakuan (Seri Sunda). Pusat Studi Sunda.

Darsa, U. A. (2015). Konsepsi dan Eksistensi Gunung Berdasarkan Tradisi Naskah Sunda (Sebuah Perspektif Filologi). slideshare.net. https://www.slideshare.net/erickridzky/konsepsi-dan-eksistensi-gunungberdasarkan-tradisi-naskah-sunda-sebuah-perspektif-filologi

Djunatan, S. (2013). Kekosongan yang Penuh: Sebuah Tafsiran atas Kosmologi Sunda. Jurnal Melintas, 29(3), 288–314. https://doi.org/https://doi.org/10.26593/mel.v29i3.900

Dwianto, R. D. (2012). Teori Ruang dalam Sosiologi Perkotaan: Sebuah Pendekatan Baru. MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi, 17(1). https://doi.org/10.7454/mjs.v17i1.3746

Gottschalk, L. (2006). Mengerti Sejarah (Terj. Nugr). UI Press.

Gunawan, A. (2010). Warugan Lmah, Pola Permukiman Sunda Kuna (Seri Sunda). Pusat Studi Sunda.

Heine-Geldern, R. (1942). Conceptions of State and Kingship in Southeast Asia. The Far Eastern Quarterly, 2(1), 15. https://doi.org/10.2307/2049276

Lubis, N. H., Saringendyanti, E., Darsa, U. A., Falah, M., & Budimansyah. (2013). Sejarah Kerajaan Sunda. YMSI Jawa Barat - MGMP IPS SMP Kabupaten Purwakarta.

Madanipour, A. (2013). Crossroads in space and time, in Perspectives on Public Space in Rome, from Antiquity to the Present Day. Routledge.

Mumford, L. (1938). The Culture of Cities. Harcourt Brace Jovanovich, Publishers.

Munandar, A. A. (1994). Laporan Penelitian Struktur Perwilayahan pada Masa Kerajaan Sunda. Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Niemeijer, H. E. (2015). Focus Group Discussion (FGD) Rekonstruksi Situs Astana Gede Kawali dengan Pendekatan Sejarah, Arkeologi, Filologi, dan Antropologi (Beberapa C). FIB Unpad.

Rafika Dhona, H. (2018). KOMUNIKASI GEOGRAFI. Jurnal Komunikasi, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol13.iss1.art1

Rapoport, A. (1977). Human Aspect Urban Form: Towards a Man-Environment Approach to Urban Form and Design. Pergamon Press.

Scott, A. J., & Storper, M. (2015). The Nature of Cities: The Scope and Limits of Urban Theory. International Journal of Urban and Regional Research, 39(1), 1–15. https://doi.org/10.1111/1468-2427.12134

Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold.

Sujarto, D. (1992). Wawasan Tata Ruang. Journal of Regional and City Planning, 3(4a), 3–8.

Tohjiwa, Dharma, A., Soetomo, S., Sjahbana, J. A., & Sjahbana, J. A. (2010). Kota Bogor dalam Tarik Menarik Kekuatan Lokal dan Regional. In Seminar Nasional Riset Arsitektur dan Perencanaan (SERAP) 1. Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM.

Zakaria, M. M. (2010). Kota Bogor: Studi tentang Perkembangan Ekologi Kota Abad ke-19 hingga ke-20. Sastra Unpad Press.

Downloads

Published

2022-12-20