Relasi Fungsi, Bentuk, dan Makna Gereja Katolik Santo Wilibrordus, Ternate

Authors

  • Sherly Asriany Universitas Khairun
  • Anthonius F. Raffel Universitas Khairun
  • Utdhin F. Amali Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.h021

Keywords:

relasi, fungsi, bentuk, makna, gereja katolik

Abstract

Setiap bentukan arsitektur selalu diawali dengan adanya aktivitas manusia yang menjadi penggerak lahirnya wadah aktivitas tersebut. Kesakralan pada arsitektur gereja ditentukan oleh perilaku yang terjadi dalam ruang sakral, pengalaman para pegnamat dan pengguna, serta makna yang diasosiasikan dalam bentuk arsitektur Gereja Katolik. Penelitian ini bertujuan mengungkap relasi antara fungsi, bentuk, dan makna arsitektur Gereja Katolik Santo Wilibrordus Ternate. Metode pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan mengidentifikasi ketiga faktor tersebut pada kasus studi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk arsitektur terkait dengan faktor teologi agama Katolik, teori arsitektur religius, dalam konteks setempat. Sementara makna perseptual terkait dengan faktor pengalaman spasial, fungsional, dan religius dalam arsitektur Gereja Katolik. Relasi fungsi, bentuk, dan makna dipahami melalui analisis elemen perseptualnya. Fungsi, bentuk, dan makna Gereja Katolik Santo Wilibrordus Ternate berguna untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya ketiga faktor pembentuk arsitektur tersebut.

Downloads

Published

2022-12-20