Laporan Perancangan: Natural Explorers Camp
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.13.c057Keywords:
adaptasi kontur, desain biofilik, edukasi sensorik, restorasi habitat, taman tematikAbstract
Perancangan Nature Explorores Camp di lahan curam Kota Baru Parahyangan (kemiringan 25-40%) menjawab tantangan transformasi tapak terdegradasi menjadi taman edukasi-ekologis terpadu. Proyek ini bertujuan menciptakan ruang rekreasi berkelanjutan yang mengintegrasikan adaptasi kontur, restorasi habitat dan edukasi sensorik melalui lima zona tematik berbasis prinsip biofilik. Metode perancangan meliputi: (1) analisis data tapak (topografi, hidrologi, vegetasi), (2) simulasi digital dan (3) penerapan teknik terasering ekologis. Temuan utama mencakup solusi stabilisasi lereng dengan struktur bambu, sistem daur air terintegrasi, dan habitat mikro bagi spesies endemik terancam. Evaluasi konseptual menunjukkan pencapaian tujuan fungsional, ekologis, dan sosial melalui desain imersif berbasis material lokal.
References
Ballantyne, R., & Packer, J. (2016). Promoting learning for sustainability: Principals' practices in early childhood education. International Journal of Early Childhood, 48(2), 79–96.
KLHK. (2022). Panduan Infrastruktur Hijau Berkelanjutan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
LIPI. (2023). Laporan Status Keanekaragaman Hayati Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Ulrich, R. S. (1993). Biophilia, biophobia, and natural landscapes. In S. R. Kellert & E. O. Wilson (Eds.), The Biophilia Hypothesis (pp. 73–137). Island Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhammad Zhafran Tahsin Talaohu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




