Mencari Parameter Kesetempatan Arsitektur Rumah Toko Nusantara

Authors

  • Lya Dewi Anggraini Universitas Ciputra

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.10.h027

Keywords:

kaidah, selaras, sistem bangunan, tata ruang

Abstract

Keberadaan rumah toko di Indonesia dan perkembangan hingga saat ini yang kurang terpantau menjadikan bentuk denah yang lebih mirip dengan arsitektur pergudangan, hanya dipercantik fasadnya. Padahal ada banyak inspirasi dan acuan desain yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan, terutama untuk mewadahi gabungan kegiatan menghuni dan berdagang di dalam bangunan yang terbatas. Tinggal dan bekerja dalam rumah khususnya di sektor perdagangan yang terbuka terhadap publik menjadi solusi kebutuhan hunian dan mata pencaharian dalam satu bangunan. Rumah toko adalah mewakili hunian dan berdagang (umumnya) dalam skala kecil sehingga tidak bisa dibuat sangat mewah sehingga akan selalu mengikuti kebutuhan umum yang selayaknya dan secukupnya. Denah tata ruang bangunan akan sangat mempengaruhi fungsi kegiatan yang terjadi. Bagaimanakah fungsi kegiatan dapat terwujud di tempat tersebut merupakan pokok bahasan dalam diskursus ini. Selain peraturan pembangunan, juga ada kaidah-kaidah setempat yang bisa berguna bagi desainer/ masyarakat sebelum merancang atau membangun bangunan rumah toko yang baru hingga merenovasinya. Diskursus ini bertujuan untuk menelusuri kemungkinan cara mempelajari berbagai desain bangunan rumah toko dari sistem bangunan dan tata ruang yang memasukkan nilai-nilai kesetempatan yang dapat menunjukkan keselarasan dengan lingkungan setempat yang salah satunya ditunjukkan melalui keberlanjutannya dalam menjaga terbentuknya citra kawasan di tempatnya berada.

References

Anggraini, L. D. (2007). Tipe Bangunan Rumah Toko Cina di Ketandan Yogyakarta.

Anggraini, L. D. (2021). Rebranding Chinatown Surabaya. Proceedings International Conference on Chinese Indonesian Cultural Heritage 2021, 113–128.

Basundoro, P. (2020). Pengantar Sejarah Kota. Penerbit Ombak.

Brosur. (2009). Rukan Gading Mas. Yogyakarta, Indonesia.

Ellisa, E. (1999). Tracing The Adaptation Process of Shop Houses: From Traditional Vernacular Into Contemporary Vernacular Settlement. Proceedings Seminar on Vernacular Settlement.

Hidayatun, M. I., Projotomo, J., & Rachmawati, M. (2013). Nilai-Nilai Kesetempatan dan Kesemestaan dalam Regionalisme Arsitektur di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional SCAN#4:2013, 208–214.

Lynch, K. (1990). The Image of The City. The M.I.T. Press.

Mulyandari, H. (2011). Pengantar Arsitektur Kota. Penerbit Andi.

Pratiwo. (2010). Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Penerbit Ombak.

Schinz, A. (1989). Cities in China. Borntraeger. https://books.google.co.id/books?id=tW7kuQEACAAJ

Surjomihardjo, A. (2008). Kota Yogyakarta Tempo Doeloe: Sejarah Sosial 1880-1930. Komunitas Bambu.

Zahnd, M. (2008). Model Baru Perancangan Kota yang Kontekstual. Penerbit Kanisius.

Downloads

Published

2022-12-20