Tangan adalah Rumah Sang Ada
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.9.b029Keywords:
agraris, ketukangan, lokal, ordinary things, penyingkapanAbstract
Ketukangan merupakan aktivitas yang dilakukan manusia sejak jaman purba, sebagai sebuah kepanjangan atau ekstensi dari tangan manusia sendiri. Tulisan ini mengkaji kembali hakikat tangan dan alat-alat ketukangan agraris pada desa-desa di Jawa. Melalui pameran Museum of the Ordinary Things pembaca akan diberikan pengetahuan mengenai cerita di balik alat-alat ketukangan. Ini akan dapat merunut kembali jejak ketukangan yang sebagian sudah hilang, sebagian sudah di ujung kepunahan. Dengan ketukangan, manusia bisa berproses untuk mengolah material yang ada di muka bumi, untuk membuat benda-benda sehari-hari sekaligus menegaskan keberadaannya. Ternyata, tangan memiliki hubungan erat dengan bahasa. Bangsa yang menggunakan tangannya dengan baik, akan memiliki bahasa yang lebih kompleks dan lebih maju dibanding bangsa yang lain. Jadi, tangan dan ketukangan sebetulnya menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan peradaban dan kebudayaan.
References
Baber, C. (2003). Cognition and tools, forms of engagement in human and animal use of tools. London and New York: Taylor & Francis.
Harman, G. (2002). Tool being, Heidegger and the metaphysics of objects. Illinois: Open Court.
Leader, D. (2016). Hands, what we do with them – and why. UK-USA: Hamish Hamilton.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Linda Octavia , Anas Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




