Potensi Penerapan Urban Waterfront Concept pada Redevelopment Pelabuhan Penumpang Kali Adem di Jakarta, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.9.c051Keywords:
penerapan, urban waterfont, terminal penumpang Kali AdemAbstract
Pelabuhan penumpang Kali Adem merupakan alternatif utama (terdekat) ke kepulauan Seribu. Dimana hal ini sesuai dengan keberadaan kepulauan Seribu, sebagai salah satu destinasi wisata Jakarta. Namun kondisi pelabuhan Kali Adem, sangatlah memprihatinkan, karena terkesan kumuh, tidak teratur, tidak nyaman, serta kurang tersedianya beberapa sarana/prasarana fisik/fasilitas, yang layak. Dengan semua kondisi permasalahan diatas, maka diperlukan penataan kembali (redevelopment) pelabuhan ini, dengan menerapkan konsep urban waterfront. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi penerapan urban waterfront pada redevelopment pelabuhan terminal Kali Adem. Sedangkan tujuan penelitian untuk mendeskripsikan potensi penerapan urban waterfront pada redevelopment pelabuhan terminal Kali Adem. Penelitian menggunakan metode qualitative content analyze, yang bertujuan untuk menganalisis dan memahami teks secara mendalam, serta berusaha menguraikan secara objektif, sistematik dan kualitatif. Pada penelitian ini, ditemukan potensi penerapan urban waterfront pada redevelopment pelabuhan terminal Kali Adem, di Jakarta.
References
Bren A. and D. Rigby (1996). The New Waterfront, Worldwide Urban Success Story: New York: Mc Graw.
Butuner, Bas (2008). Waterfront Revitalization as a Challenging Urban Issue In Istanbul. Poland: IsoCarp Congress.
Bungin, Burhan. (2004). Metodelogi Penelitian Kualitatif - Aktualisasi Metodelogis ke Arah Ragam varian kontemporer, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Da, Ting., Xu, Yejun (2016). Evaluation on Connectivity of Urban Waterfront Redevelopment Under Hesitant Fuzzy Linguistic Environment: Ocean & Coastal Management.
Danisworo, M. (1988). Konseptualisasi Gagasan Dan Upaya Penanganan Proyek Peremajaan Kota, Pembangunan Kembali Sebagai Fokus: Laporan Akhir, Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Bandung.
Huang, W.C., Kao, S.K., Chen, K.Y. (2008). Successful experience for the public private partnerships of waterfront development: the example of world exposition. In: The Third International Conference on Public Management in 21st Century: Opportunities and Challenges, Macao, China.
Malone, P. (1996). City, Capital and Water (Chinese translation, translated) by Hu, C. J.,1999): Chuang Xing Publication Co. Ltd, Taipei.
Notanubun, R., Mussadun. (2017). Kajian Pengembangan Konsep Waterfront City Di Kawasan Pesisir Kota Ambon: Jurnal Pengembangan Wilayah dan Kota, Vol. 3(2). Biro Penerbit Planologi Undip.
When-Ching Huang and Sung-Ken Kao (2014). Public Private Partnership During Waterfront Development Process: The Example of The World exposition.Taiwan.
Wrenn, D. (1983). Urban Waterfront Development. Washington DC.: The Urban Land Institute.
Wu, J., Chen, X., & Chen, S. (2019). Temporal characteristics of waterfronts in Wuhan City and people’s behavioral preferences based on social media data: In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 22). Yabe, Y. (1991). Major characteristics of urban waterfront redevelopment in Japan. Marine Pollution Bulletin.
Tangkuman, D. J., Tondobala L. (2011). Arsitektur Tepi Air: Media Matrasain
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Fanny Siahaan, Regina Tyas Awangsari Nastiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




