Representasi Ruang Kampung Naga pada Perancangan Resor
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.9.d059Keywords:
ruang, representasi, perancangan, kampung Naga, resorAbstract
Sebuah ruang akan selalu berkaitan dengan aktifitas sosial, dan tentunya akan berkaitan dengan waktu dan juga manusia, dari ketiga elemen inilah akan terbentuk makna pada sebuah ruang dan akan tercipta ruang yang berbeda serta memiliki ciri khasnya sendiri, karena ketiga faktor tersebut memiliki sejarah yang tentunya berbeda juga. Kampung Naga sebagai salah satu kampung yang hingga saat ini masih mempertahankan kebudayaan Sunda ternyata memiliki tata ruang pada area kampung yang sangat bermakna, karena terus dijaga secara turun temurun. Dengan teori representasi ruang, penataan ruang dalam Kampung Naga dikaji untuk mengetahui makna yang ada di dalamnya kemudian dipresentasikan kembali ke dalam tata ruang kawasan resor dengan makna dalam konteks kini. Sehingga akan menghasilkan sebuah konsep yang dapat diaplikasikan pada perancangan resor.
References
Damayanti, Rully, Redyantanu, & Putra, B. (2021). Tiga Rangkai Ruang. Lefebvre.
Dian P, M., & Nazir, I. R. (2018). Dampak Model Pengembangan Wisata Budaya Terhadap Upaya Pelestarian Di Kampung Naga, Garut, Indonesia. Sainstech: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi, 28(2), 15–21. https://doi.org/10.37277/stch.v28i2.237
Fathony, B. (2012). Perkembangan Arsitektur, Tanggung-Jawab Arsitek dan Masyarakat. Temu Ilmiah IPLBI 7.
Gee, C. Y. (1981). Resort Development and Management: For Operators, Developers, and Investors. Educational Institute of the American Hotel & Motel Association. https://books.google.co.id/books?id=FFFyQgAACAAJ
Hendra, D. (2018). Analisis Pemikiran Henri Levebvre tentang Ruang dalam Arsitektur Modern: Suatu Perspektif Sosiologis. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 17(2), 178–189. https://doi.org/10.21009/jimd.v17i2.9092
Khairunnisa, M. (2014). Kosmologi Ruang Adat Sebagai Identitas Pemukiman Kampung Naga, Tasikmalaya-Jawa Barat. Teknik, 35(1), 49–55.
Maslucha, L. (2011). Kampung Naga: Sebuah Representasi Arsitektur sebagai Bagian dari Budaya. El-HARAKAH (TERAKREDITASI), 1(1), 35–50. https://doi.org/10.18860/el.v1i1.421
Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. Prentice-Hall.
S. Empuadji, K. P., Ridjal, A. M., & Amiuza, C. B. (2015). Konsepsi Pola Tata Ruang Pemukiman Masyarakat Tradisional Pada Hotel Resort Di Toyabungkah Kintamani. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya, 3(2).
Setiawan, R., & Mubarok, M. F. (2018). Ekskursi Arsitektur Nusantara Kampung Naga.
Sudarwani, & Maria, M. (2016). Pola Tata Ruang Kawasan Permukiman Kampung Naga Tasikmalaya.
Sumarlina, E. S. N., Permana, R. S. M., & Darsa, U. A. (2020). Tata Ruang Kosmologis Masyarakat Adat Kampung Naga berbasis Naskah Sunda Kuno. LOKABASA, 11(1), 22–28. https://doi.org/10.17509/jlb.v11i1.25163
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Sumayyah Khoirunnisa , Veronika Widi Prabawasari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




