Spiritualitas Ruang Sebagai Pendekatan dalam Merancang Bangunan Sosial di Bali (Studi Kasus: Perancangan Balai Banjar Suwung Batan Kendal, Denpasar, Bali)
Keywords:
spiritualitas ruang, balai banjar, arsitektur Bali, bangunan sosial, identitas budayaAbstract
Makalah ini membahas penerapan spiritualitas ruang sebagai pendekatan dalam merancang bangunan sosial dengan studi kasus perancangan Balai Banjar Suwung Batan Kendal, Denpasar, Bali. Perancangan berangkat dari pemahaman bahwa balai banjar bukan sekadar wadah aktivitas sosial, melainkan ruang yang sarat nilai kebersamaan, budaya dan spiritual. Pendekatan spiritualitas ruang diwujudkan melalui integrasi filosofi arsitektur Bali, seperti konsep tri hita karana, orientasi kosmologis serta penekanan pada simbolisme ruang. Desain difokuskan untuk menciptakan suasana yang memperkuat kesadaran terhadap alam, ikatan sosial, memfasilitasi kegiatan adat dan budaya, sekaligus adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan nilai spiritual dalam perancangan ruang mampu menjaga identitas budaya lokal, memperkuat rasa kebersamaan, dan menghasilkan arsitektur berkelanjutan dan relevan dengan konteks sosial masyarakat Bali.




