Simbol Kenyamanan dalam Permukiman Suku Hubula di Lembah Baliem, Papua

Authors

  • M. Amir Salipu Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.9.g051

Keywords:

simbol, kenyamanan, permukiman, suku Hubula

Abstract

Budaya perang suku dalam kehidupan suku Hubula dan kondisi alam di lingkungan permukiman Silimo, memiliki kaitan dengan konsep permukiman Silimo di Lembah Baliem, Papua. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaiamana pengaruh budaya perang suku dan kondisi alam dilingkungan permukiman suku Hubula terhadap makna konsep lokasi, bentuk bangunan, organisasi ruang sebagai simbol kenyamanan dalam permukiman Silimo? Metode fenomenologi dipergunakan untuk menggali dua dimensi: apa yang dialami subjek (subject matter yang diteliti) dan bagaimana subjek memaknai pengalaman tersebut berkaitan dengan kenyamanan dalam Silimo. Teori yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Konsep kenyamanan Amos Rapoport (1969), terkait dengan aspek: 1) Pemilihan lokasi, 2) Bahan bangunan, 3) Bentuk dan Struktur bangunan, 4) Organisasi ruang dengan konsep keluarga luas, dan 5) Privasi ruang. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: konsep permukiman Silimo merupakan wujud simbol kenyamanan suku Hubula di Lembah Baliem Papua.

References

Eliade, M. (1956). The Sacred and The Profane : The Nature of Religion. A Harvest Book Harcourt & Brace World, Inc. New York.

Gantini, C. (2014). Arsitektur ‘Bale Banjar’ Adat Sebagai Representasi Arsitektur Pertahanan Masyarakat Denpasar Di Bali. Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan".

Hanafi, A. F. (2014). Ruang Terbuka Sebagai Pendukung Arsitektur Pertahanan. Prosiding Seminar Nasional : Arsitektur Pertahanan "Insting Teritorial & Ruang Pertahanan".

Hartati, T. C. (1996). Penataan Ruang Silimo Berdasarkan Kebudayaan Dani. Tesis, Program Studi Antropologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Hasbiansyah, O. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9 (1).

Kostof, S. (1985). A History of Architecture, Setting and Ritual. Oxford University Press.

Mamberaku, N. ST. (2009). Permukiman Orang Dani di Papua. Studi Tentang Adaptasi Sosial Budaya Terhadap Lingkungan. Disertasi, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Bandung.

Mansoben, J. R. (1995). Sistem Politik Tradisional di Irian Jaya. LIPI – RUL, Jakarta.

Melalatoa, J, M. (1997). Silimo: Produk Peradaban Tua di Irian. Melalatoa (ed): Sistem Budaya Indonesia, 11-24, Jakarta. Penerbit PT. Pamator.

Numbery, G. K. I. (2018). Reproduksi Simbolik Inom dalam Struktur Budaya Orang Dani di Lembah Baliem, Jayawijaya. Disertasi Fakutas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unhas Makassar.

Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. DOI:10.13140/RG.2.2.11116.87687

Salipu, M. A. (2020). Permukiman Silimo Sebagai Simbol Keamanan dan Kenyamanan Suku Hubula di Lembah Baliem Kabupaten Jayawijaya. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih Jayapura.,

Salipu, M. A., & Zebua, Mercyana, T. (2021). Simbol Keamanan dalam Permukiman Suku Hubula di Lembah Baliem Papua. Jurnal Median Arsitektur dan Planologi, 11 (2).

Schutz, A. (1970). On Phenomenology and Social Relation. Chicago: University of Chicago Press.

Septiady, Y. (2002). Ritual-ritual pada rumah adat dalam Kajian Proses. Jurnal Teknik, 15 (1).

Valentina, S. (2009). Pola Permukiman Tradisional Toraja: Studi Kasus Permukim-an Tradisional Kaero. Pusat Kajian Indonesia Timur, Universitas Hasanuddin

Waterson, R. (1990). The Living House An Anthropology of Architecture in South - East Asia. Singapure. Tuttle Publishing.

Widiastuti, I. (2018). Studi Tipologi Vernakuler Rumah “Courtyard” Di Kerala, India Selatan. Jurnal Sosioteknologi, 17 (3). 365-372.

Downloads

Published

2021-12-20