Adaptasi Komunitas Agraris terhadap Lanskap Perairan: Sekolah Alam sebagai Solusi Kontekstual

Authors

  • Neng Febry Wulansari Indriyanto Universitas Komputer Indonesia
  • Dhini Dewiyanti Tantarto Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.13.c001

Keywords:

sekolah alam, arsitektur adaptif, pendidikan kontekstual, komunitas agraris, lanskap perairan

Abstract

Pembangunan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang membawa dampak besar terhadap pola kehidupan masyarakat agraris yang direlokasi ke kawasan permukiman baru berbasis perairan. Perubahan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, dan psikologis komunitas yang selama bertahun-tahun hidup dalam tatanan agraris. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi alat strategis untuk menjembatani proses adaptasi dan membangun kembali identitas kolektif masyarakat, khususnya generasi muda. Tulisan ini mengangkat diskursus tentang peran sekolah alam sebagai fasilitas transisi yang mengintegrasikan pendekatan pendidikan kontekstual dan desain arsitektur adaptif. Sekolah alam diposisikan bukan semata sebagai institusi pendidikan formal, melainkan sebagai ruang sosial dan ekologis yang mendukung proses belajar secara alami, membangun keterampilan hidup baru, dan menumbuhkan kesadaran akan keberlanjutan. Dengan merujuk pada potensi lokal serta prinsip arsitektur yang fleksibel, terbuka, dan responsif terhadap lingkungan, perancangan sekolah alam ini menawarkan solusi kontekstual yang dapat direplikasi di wilayah lain yang mengalami relokasi akibat proyek infrastruktur berskala besar.

References

Alfiansyah, M., Alfiah, A., & Abdullah, S. (2024). Konsep Arsitektur Berkelanjutan pada Desain Sekolah Alam di Polewali Mandar. TIMPALAJA: Architecture Student Journals, 6(2), 183-192.

Amri, F. S., & Krisnawati, E. (2025). Sekolah Alam di Kabupaten Karanganyar Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis. Journal of Architecture Cultural and Tourism Studies, 3(1), 75-89.

Anugrah, P., Rahayu, E. S., Sanitha, O. D., Adji, F. F., & Siswadi, R. S. (2023). Pendekatan Arsitektur Ramah Lingkungan Sebagai Prinsip Bangunan Sekolah Berbasis Alam: Studi Kasus Green School, Bali. JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR, 18(1), 23-30.

Azizah, A. N. (2017). Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Pasca Pembangunan Waduk Jatigede: Studi pada Masyarakat Petani di Blok Pasirkandaga, Desa Tarunajaya, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Binnur Andriansyah, K., Priaji Martana, S., & Sukardi, R. (2015). Optimizing Natural Daylight for School Building. ICo-ApICT 2015.

Berkes, F., & Ross, H. (2013). Community Resilience: Toward an Integrated Approach. Society & Natural Resources, 26(1), 5–20.

Brooker, G., & Stone, S. (2004). Re-readings: Interior architecture and the design principles of remodeling existing buildings. RIBA Enterprises.

DeKay, M., & Brown, G. Z. (2014). Sun, Wind, and Light: Architectural Design Strategies. Wiley.

Dewiyanti, D. (2011). Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung. Majalah Ilmiah UNIKOM.

Dewiyanti, D., Widianti Natalia, T., & Chandra Aditya, N. (2021). Re-connecting community collective memory with the change of life culture and the cultural resistance in Paku Alam village, Sumedang, west Java, Indonesia. BESt: Journal of Built Environment Studies, 2(1), 28-36.

Dewiyanti, D., Andiyan, A., Astrid Hertoety, D., & Widianti Natalia, T. (2023). The Production of Mingling Spaces as a Form of Children's Mobility. Civil Engineering and Architecture, 11(6), 3389-3413.

Etzion, Y., Pearlmutter, D., Erell, E., & Meir, I. A. (1997). Adaptive architecture: integrating low-energy technologies for climate control in the desert. Automation in Construction, 6(5-6), 417-425.

Mutiari, D., & Fardani, K. J. (2020). Model Sekolah Alam Di Surakarta. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 15(2), 49-56.

Oliver, P. (2006). Built to meet needs: Cultural issues in vernacular architecture. Routledge.

Preiser, W. F., Hardy, A. E., & Wilhelm, J. J. (Eds.). (2017). Adaptive architecture: Changing parameters and practice. Routledge.

Urquhart, L., Schnädelbach, H., & Jäger, N. (2019). Adaptive architecture: Regulating human building interaction. International Review of Law, Computers & Technology, 33(1), 3-33.

Schmidt, Robert. (2009). Designing Adaptable Buildings

Schmidt, R., Eguchi, T., Austin, S., & Gibb, A. (2009). What is the meaning of adaptability in buildings?. Building Research & Information, 38(5), 437–449.

Schnädelbach, H. (2010). Adaptive architecture-a conceptual framework. proceedings of Media City, 197, 522-538.

Schneider, T., & Till, J. (2005). Flexible housing. Elsevier.

Suwartapradja, O. S., Fujikura, R., Sunardi, R. F., & Fu, R. H. Y. (2019). Resettlement Caused by Jatigede Dam Project – Consequence of Long Delayed Implementation of a Project. Journal of Asian Development, 5(1). https://doi.org/10.5296/jad.v5i1.14422

Suwartapradja, O. S., Iskandar, B. S., Iskandar, J., & Mulyanto, D. (2023). Socio-Ecological Management of Drawdown Farming in Jatigede Embankment Dam. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 25(1). https://jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/1601

Downloads

Published

2025-12-20