Karateristik Setting Perilaku PKL kuliner di Kawasan Perdagangan 45 Kota Manado

Authors

  • Faizah Mastutie Universitas Fajar
  • Suridjadi Supardjo Universitas Sam Ratulangi
  • Esly Tikumasang Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.9.k107

Keywords:

karateristik, kawasan, PKL kuliner, perilaku, setting

Abstract

Fenomena PKL kuliner di kawasan perdagangan 45 Kota Manado hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diupayakan pemecahannya. Peran PKL kuliner pada hakekatnya cukup penting, selain keberadaannya dapat menyentuh pemenuhan kebutuhan makan dan minum  masyarakat berbagai strata ekonomi saat berada di luar rumah atau berpergian, PKL kuliner juga  merupakan sektor informal yang memberi masukan cukup besar bagi pemerintah kota. Namun di sisi lain keberadaan PKL kuliner menimbulkan masalah tersendiri di antaranya : 1) berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas, 2) aktivitas PKL kuliner ini menimbulkan masalah limbah (sampah), yang tentunya dapat menurunkan kualitas lingkungan sekitar, 3) menghadirkan image buruk bagi wajah kota, karena umumnya wadah PKL kuliner cenderung tidak estetis, tidak teratur, bahkan terkesan kumuh. Selain untuk mengidentifikasi titik dan pola sebaran PKL kuliner di kawasan perdagagan 45 Kota Manado, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana setting perilaku PKL kuliner yang dapat dimaknai melalui identifikasi sistem setting dan sistem aktifitas PKL kuliner, termasuk atribut perilaku sebagai faktor yang mempengaruhi PKL kuliner dalam memilih tempat untuk aktivitas berjualan. Adapun motode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi perilaku (place dan person centred mapping), kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan ke pemerintah kota dalam merencanakan dan menata tempat PKL kuliner khususnya di kawasan perdagangan 45 Kota Manado.

References

Bell, P. A. (1978). Environmental Psycology, Saunder Co, Philadelphia,

Budiharjo, E. (1987). Percikan Masalah Arsitektur Perumahan dan Perkotaan, Universitas Gadjah Mada

Damsar. (2002). Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik. Yogyakarta

Gifort, R. (1987). Environment Psycologi, Principle and Practice. Univercity Of Victoria.

McGee dan Yeung. (2007). Teori Administrasi Publik. Bandung : Alfabeta

Suradi. (2011). Peranan Sektor Informal Dalam Penanggulangan Kemiskinan

Sommer, R., & Sommer, B. (1980). Behavioral Mapping, A Practical Guide to Behavioral Research, Oxfort University Press, New York.

Downloads

Published

2021-12-20