Public space Menjadi Public place. Kasus: Terbentuknya Informal Space di Sebagian Kota Besar Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.9.k127%20Keywords:
public space, public place, social order, social occasion, kekuasaan ruang, penguasaan ruangAbstract
Kota-kota besar di Indonesia, pada umumnya menjadi daya tarik ekonomi bagi para pendatang. Kenyataan ini mengakibatkan kepemilikan tanah di kota menjadi sangat berharga. Penguasaan tanah bukan lagi berasal dari yang sifatnya milik pribadi, tetapi juga sudah “menguasai” ruang publik kota. Tulisan ini bertujuan mengkaji konsep public space menjadi public place yang diacu berdasarkan pemikiran Erving Goffman, melalui pengamatan kualitatif dengan metode keterlibatan setengah-setengah (Suparlan, 1994). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sebagian warga kota (kelompok atau quasi-group) menciptakan serangkaian tuntutan (klaim), yang menyebabkan suatu kondisi yang dilakukan oleh para pelaku, yang pada akhirnya menghasilkan public place. Di mana masing-masing pelaku memiliki “senjata perlindungan” untuk menghadapi klaim yang diajukan penuntut lain.
References
Felix, G. D., & Guattari. (1987). A Thousand Plateaus: Capitalism and Schizophrenia. University of Minnesota Press.
Goffman, E. (1966). Behavior in Public places: Notes on the Social Organization of Gatherings. Free Press; Reissue edition.
Goffman, E. (2021). Behavior in Public places: Note on Social Organization of Gatherings. Simon & Schuster, Inc. Digital Products.
Goffman, E., & Manning, P. (2017). Relations in Public: Microstudies of the Public Order. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315128337
Munib, M. A. (2016). Pengembangan Lapangan Pancasila Kota Salatiga Sebagai Urban Public space yang Berkelanjutan. Universiras Muhammadiyah Surakarta.
Salim, A., & Carolina, S. (2001). Teori dan Paradigma Penelitian Sosial : dari Denzin Guba dan Penerapannya. Tiara Wacana Yogya.
Sari, D. P. (2020). Penduduk Datang dan Bermukim di DKI Jakarta Maret 2020. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta. https://statistik.jakarta.go.id/penduduk-datang-dan-bermukim-di-dki-jakarta-maret-2020/
Septiady, Y. (2010). Perancangan Tempat Tinggal dan Institusional (Residential and Institutional Environmental Design). Universitas Pancasila.
Suparlan, P. (1994). Metodologi Penelitian Kualitatif. Program Kajian Wilayah Amerika – Program Pascasarjana Universitas Indonesia.
Suparlan, P. (2004). Masyarakat dan Kebudayaan Perkotaan: Perspektif Antropologi Perkotaan. Penerbit YPKIK.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Yophie Septiady

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




