Optimalisasi Pengolahan Limbah Pewarna Alami Batik Di CV. Indigo Biru Baru

Authors

  • Ronim Azizah Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Uzma Zakira Batrisyia Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.13.c063

Keywords:

batik, indigofera, limbah cair, pewarna alami

Abstract

Industri batik berbasis pewarna alami kini semakin diminati karena dinilai lebih ramah lingkungan, namun masih menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan limbah cair hasil produksinya. CV. Indigo Biru Baru, Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo merupakan UMKM yang berdiri pada bulan Desember 2014 dengan usaha berupa produk zat pewarna alam organik. Selain memproduksi zat pewarna alami CV. Indigo Biru Baru juga memproduksi kain dan konveksi.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi pengurangan limbah pewarna alami melalui media IPAL didalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair produksi, meskipun berasal dari bahan alami seperti gula jawa, tunjung, dan pasta Indigofera, tetap berpotensi mencemari lingkungan. Sistem filtrasi limbah (IPAL) yang digunakan pada tahun 2016 justru mengakibatkan pencemaran pada sumur warga sekitar. Kondisi saat ini pembuangan limbah dirahkan ke sungai terdekat dengan volume limbah harian mencapai sekitar 500 liter. Dengan pengolahan limbah yang benar maka diharapkan industri batik pewarna alami dapat mengurangi beban limbahnya dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

References

Amirullah, A., Wardoyo, T., Yulianto, A., Fitriani, A., & Muhammad, U. S. (2021). Teknologi Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) Berbasis Pembangkit Photovoltaic (PV) untuk Proses Produksi Batik-Tulis Tanjung Bumi yang Ramah Lingkungan. JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK), 5(2), 103-118.

Apriyani, N. (2018). Industri Batik: Kandungan Limbah Cair dan Metode Pengolahannya. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 21-29.

Gala, K. A., Pangaribuan, S. B., Priyabekti, Y. S., & Hartanto, D. T. (2023). Bioremediasi Limbah Cair Batik Di Yogyakarta Menggunakan Bahan Alami Yang Diintegrasikan Dengan Saccharomyces Cerevisiae. Lomba Karya Tulis Ilmiah, 4(1), 69-87.

Hannan, I. A., Witrie, S. E., & Adi, N. P . (2024). Dampak Pencemaran Air Akibat Limbah Industri Batik Printing di Kecamatan Pekalongan Utara Terhadap Kualitas Air Sungai. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(8), 34–42. https://doi.org/10.59435/gjmi.v2i8.774

Maruf, A., Pamungkas, R. B., Damajanti, N., Mulyadi, A. H., & Afifah, D. N. (2023). Pelatihan Ekstraksi Zat Warna Alami dan Pengolahan Limbah Zat Warna Tekstil Bagi Pengrajin Batik di Banyumas. Jurnal Pengabdian Teknik dan Sains (JPTS), 3(2), 1-5.

Purwaningrum, S. I. (2024). Analisis Pengelolaan Air Limbah Batik Sebagai Upaya Penerapan Produksi Bersih Kota Jambi. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 7(2), 45-55.

Ratuannisa, T., Ekawati, E., Yulia, E., Purwasasmita, B. S., & Nugraha, A. B. (2023). Studi Pengolahan Air Limbah Batik pada Skala Industri Rumah Tangga dan Usaha Kecil Menengah di Cirebon, Indonesia. Dampak, 20(1), 8-15.

SDG BAPPENAS. (2025). Air Bersih dan Sanitasi Layak: Menjamin Ketersediaan serta Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi yang Berkelanjutan untuk Semua. https://sdgs.bappenas.go.id/17-goals/goal-6/

Susanti, E., Sanjaya, E. H., Wulandari, R., Artasasta, M. A., Nafasari, Z., Pahlevi, M. R., & Yuliana, S. (2022). Pengaruh Sosialisasi Bahaya dan Cara Pengelolaan Limbah Batik Terhadap Tingkat Pemahaman Pembatik Desa Sumberejo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains, 1(2), 65-71.

Downloads

Published

2025-12-20