Strategi Revitalisasi Kawasan Heritage di Pusat Kota Lama Kota Manado

Authors

  • Cynthia E. V. Wuisang Universitas Sam Ratulangi
  • Agung Sutrisno Universitas Sam Ratulangi
  • Julianus A. R. Sondakh Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.8.a103

Keywords:

revitalisasi kawasan, bangunan bersejarah, cagar budaya, kontekstual harmoni, Manado

Abstract

Kawasan Kota Lama di Manado adalah bagian dari perkembangan Kota Manado dalam kurun waktu yang panjang. Kawasan Kota Lama Kota Manado memiliki banyak bangunan peninggalan sejarah di masa kedatangan bangsa pendatang baik sebagai pedagang, misi penginjilan bahkan kapitalisasi dan penguasaan wilayah (Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda, India dan Jepang). Kondisi Kawasan Pusat Kota Lama Kota Manado terancam stagnan akibat perkembangan wilayah perkotaan pada area waterfront/pesisir. Kawasan Pusat Kota Lama kota Manado memerlukan peningkatan kualitas lingkungannya, disamping eksistensinya yang memiliki bangunan dan benda bersejarah yang tersebar dalam kawasan. Salah satu upaya adalah revitalisasi menjadikan kawasan dapat tetap berkembang sebagai kawasan yang bernilai ekonomi, sosial budaya dengan menata lingkungannya dengan baik. Dalam upaya revitalisasi kawasan Pusat Kota Lama di Kota Manado diperlukan langkah penilaian apakah kawasan memiliki nilai yang dianggap penting dan perlu di konservasi terkait Signifikansi sejarah dan budayanya. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Contextual Harmony sebagai salah satu pendekatan penanganan pelestarian Kawasan bernilai budaya dengan menjaga keselarasan antara bangunan baru dan bangunan lama, keselarasan ruang-ruang kota dan fungsi-fungsinya. Fenomena yang ada di Kota Manado adalah adanya gap dimana pemerintah belum sepenuhnya melakukan penanganan aset budaya perkotaan dan belum ada kebijakan dan upaya pelestarian. Metoda riset ini dilakukan secara deskriptif dan pengambilan data primer melalui survey dan observasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan output penelitian adalah konseptual model rancangan kawasan berdasarkan pendekatan yang digunakan, dibantu dengan analisis dan elaborasi menggunakan software. Hasil penelitian berupa model desain penataan kawasan heritage dengan pendekatan kontekstual harmoni.

References

Charter, B. (1982). The Australia ICOMOS Charter for Places of Cultural Significance. http://icomosubih.ba/pdf/medjunarodni_dokumenti/199%20Povelja%20iz%20Burre%20o%20mjestima%20od%20kulturnog%20znacenja.pdf

Attoe, W. (1989). Perlindungan Benda Bersejarah. Dalam Catanese, Anthony J. dan Snyder, James C. (Editor). Perencanaan Kota: 413-438. Jakarta: Erlangga.

Brooke, R. G. (1988). Site Planning: Environment, Process and Development. Prentice Hall Career & Technology, New Jersey.

Departement Pendidikan dan Kebudayaan (1984). Sejarah daerah sulawesi utara, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Jakarta.

Fitch, J. M. (1992). Historic Preservation : Curatorial Management of The Build World. New York: Mc Graw Hill Book company.

Frick, H., & Suskiyatno, FX. B. (1998). Dasar-dasar Eko Arsitektur. Yogyakarta: Kanisius.

Hedman, R., & Jaszewski, A. (1984). Fundamentals of urban design, Planners Press, American Planning Association. Washington, D.C.

Kain, J. F. (1992). The spatial mismatch hypothesis : Three decades later. Housing Policy Debate, 3, 371-460.

Martokusumo, W. (2006). Revitalisasi dan Rancang Kota : Beberapa Catatan dan Konsep Penataan Kawasan Kota Berkelanjutan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 17 (3) , 31-46

Danisworo, M., & Martokusumo, W. (2002). Revitalisasi Kawasan Kota, Sebuah Catatan dalam, Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kota dalam News letter URDI (Urban and Regional Development Institute) 13.

Pangarsa, G. W. (2008). Arsitektur untuk kemanusiaan : Teropong visual culture atas karya-karya Eko Prawoto, Wastu Lanas Grafika, Surabaya.

Sudino, A. (2017). Teori & Metode Pelestarian Arsitektur & Lingkungan Binaan. Cahaya Atma Pusaka, Yogyakarta.

Tiesdell, S., Heath, T., & Taner, Oc. (1996). Revitalizing Historic Urban Quarters. Routlege, London.

Wuisang, C. E. V., Siregar, O. P, & Mastuti, F. (2017). Eksistensi Bangunan dan Kawasan Bersejarah di Kota Manado dan Peranannya sebagai Urban Heritage, Jurnal Ruang: Jurnal Lingkungan Binaan, 5 (1), 15-24.

Zeisel, J. (1988). Inquiry by design: tools for environment – behavior research. Cambridge University Press, NY.

Downloads

Published

2019-12-20