Penerapan Konsep Kawasan Tepi Air pada Penataan Desa Wisata Kalanganyar Sidoarjo
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.b011Keywords:
fasilitas desa wisata, kawasan tepi airAbstract
Desa wisata Kalanganyar di Sidoarjo, sebagian besar wilayahnya berupa pesisir, menghampar di sepanjang pantai Timur Sidoarjo, Jawa Timur. Didukung oleh adanya infrastruktur jalan, keberadaan pesisir, sungai, hutan bakau, tambak-tambak ikan serta hasil laut lainnya, merupakan potensi yang dapat dikembangkan, namun belum dieksplorasi dengan baik. Dalam upaya pengembangan wilayahnya sebagai desa wisata, diarahkan dengan menerapkan konsep kawasan tepi air. Dasar penerapan konsep kawasan tepi air adalah untuk mengoptimalkan penggunaan lahan (land use), dengan fungsi permukiman, perdagangan dan jasa (komersial) serta mengembangkan aspek kepariwisataan, melengkapi berbagai fasilitas wisata menggunakan elemen perancangan kota. Dengan mengoptimalkan aspek estetika visual alamiah kawasan, kenyamanan dan keamanan pengunjung wisata, konsep ini dikembangkan berlandaskan aspek keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif, yakni mendiskripsikan potensi kawasan, serta menganalisis hambatan yang terdapat dalam kawasan desa wisata, selanjutnya dianalisa secara kualitatif. Sedangkan metode Rancangan Eksploratif digunakan untuk mengembangkan dan mendapatkan solusi rancangan berdasarkan hasil analisa dengan mengangkat aspek-aspek nilai kelokalan, seperti penggunaan langgam Arsitektur Pesisir. Hasil pembahasan memberikan penataan kawasan dan pengembangan rancangan fasilitas wisata dengan: karakteristik kawasan tepi sungai, kawasan tepi laut atau pantai, serta karakter tepi air lainnya (danau buatan). Dengan mempertimbangkan garis sempadan sungai atau laut untuk memberikan keamanan serta penggunaan elemen perancangan kota untuk meningkatkan estetika visual dan kualitas lingkungan sekitarnya, sehingga mendukung terwujudnya desa wisata.
References
Elviana, dkk. (2018). Penataan Kalanganyar Sebagai Desa Wisata Berbasis Arsitektur Pesisir, Laporan Penelitian, LPPM, UPN “Veteran” Jatim, Surabaya
Faqih, M. (2007). Metodologi Penelitian Arsitektur, Kertas Kerja, Magister Arsitektur, ITS.
Moleong, L. J., & Surjaman, T. (1989). Metode Penelitian Kualitatif, Rosdakarya, Bandung.
NN, (2015). Monografi Kabupaten Sidoarjo.
Notanubun, R., & Mussadun, M. (2017). Kajian Pengembangan Waterfront City Di Kawasan Pesisir Kota Ambon, Jurnal Pengembangan Wilayah & kota, 13 (2) 243-255, Planologi Undip Semarang
Sastrawati, I. (2003). Prinsip Perancangan Kawasan Tepian Air, Jurnal 14 (3), ITB.
Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process, Van Nostrand Reinhold, New York.
Spillane, J. J. (1987). Pariwisata Indonesia, Sejarah dan Propeknya, Kanisius, Yogyakarta.
Sukandar, dkk, (2016). Profil Desa Pesisir Provinsi Jawa Timur, 1 (Utara Jawa Timur), Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.
Torre, A. (1989). Waterfront Development, Van Nostrand Reinhold, New York.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Eva Elviana, Adibah Nurul Yunisya, Fairuz Mutia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




