Analisis Bentuk Fasade Gedung Menara Phinisi (Studi Kasus: Nilai Iluminasi pada Ruang Kerja)
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.b076Keywords:
fasad bangunan, tingkat iluminasi, selubung bangunanAbstract
Dalam merencanakan bangunan gedung, perlu memperhatikan desain model bangunan terhadap distribusi cahaya alami ke dalam ruang. Apabila dapat memaksimalkan pemanfaatan sinar matahari, maka dapat meminimalkan penggunaan energi listrik sebagai sumber pencahayaan buatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai iluminasi pada beberapa ruang yang terletak pada area selubung bangunan. Pada gedung Menara Phinisi terdapat beberapa ruang yang berhubungan langsung dengan bukaan jendela pada selubung bangunan. Ruang-ruang tersebut mempunyai bentuk fasad vertikal, horisontal dan diagonal. Pada penelitian ini, hanya membandingkan bentuk fasad horisontal dan vertikal. Metode penelitian kuantitatif dengan menganalisis hasil data pengukuran nilai iluminasi pada ruang kerja gedung Menara Phinisi. Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa bentuk fasad dan orientasi bangunan mempengaruhi nilai iluminasi dalam ruang, yaitu fasad vertikal lebih tinggi dibandingkan dengan fasad horisontal. Ruang dengan bentuk fasad sama, namun orientasi berbeda mempunyai nilai iluminasi berbeda pula. Hasil penelitian merupakan panduan dalam merencanakan bangunan gedung hemat energi, namun tetap memperhatikan nilai estetika bangunan.
References
Badan Standardisasi Nasional. (2000). Konservasi Energi Sistem Pencahayaan pada Bangunan Gedung, SNI 03-6197-2000, Jakarta
Badan Standardisasi Nasional. (2001). Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Alami pada Bangunan Gedung, SNI 03-2396-2001 Jakarta
Badan Standardisasi Nasional. (2001). Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan Gedung, SNI 03-6575-2001, Jakarta
Darmasetiawan, C. & Puspakesuma, L. (1991). Teknik Pencahayaan dan Tata Letak Lampu. Gramedia: Jakarta.
Hidayat, T. S. E., M. S., & Istiadah, N. S. T. (2011), Panduan Lengkap Menguasai SPSS 19 Untuk Mengolah Data Statistik Penelitian. Edisi pertama, Jakarta Selatan.
Illuminating Engineering Society of North America (1993). American national standard practice for office lighting. New York: Illuminating Engineering Society of North America
Jamala, N. (2017). The Effect of Building façade on Natural Lighting (Case Study; building of Phinisi Tower UNM), AIP conference Proceedings 1831-020061.
Jamala, N. (2012). Kenyamanan Visual Ruang Studio Gambar dengan Menggunakan Program Ecotect: Jurnal Ilmiah Teknik Gelagar, 26, (40-46).
Lechner, N. (2007). Heating, Cooling, Lighting: Metode Desain untuk Arsitektur. Edisi 2. Jakarta
Rahim, R. (2009). Teori dan Aplikasi Distribusi Luminansi Langit di Indonesia. Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin: Makassar.
Soegijanto (1998). Bangunan di Indonesia dengan Iklim Tropis lembab Ditinjau dari Aspek Fisika Bangunan. Dirjen Dikti Depdikbud, Jakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Nurul Jamala, Ramli Rahim, Rosady Mulyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




