Kajian Bangunan Bersejarah Ditinjau dari Pengaruh Kualitas Bangunan Bersejarah, Kondisi Lingkungan dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Wisata Budaya di Kota Medan

Authors

  • Yuanita F. D. Sidabutar Universitas Batam

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.8.b084

Keywords:

kualitas bangunan, kondisi lingkungan, partisipasi masyarakat, wisata budaya

Abstract

Sebagai pusat pemerintahan daerah Sumatera Utara, Medan tumbuh menjadi kota Metropolitan dengan berpenduduk lebih dari dua juta jiwa. Sekarang Kota Medan adalah kota ketiga terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Kota Medan memiliki potensi wisata budaya yang tinggi untuk dikembangkan karena kaya akan warisan sejarah masa lalu yang masih ada dalam bentuk bangunan-bangunan bersejarah dengan adat istiadatnya yang masih dipelihara dan dilestarikan. Pelestarian warisan-warisan sejarah tersebut khususnya bangunan-bangunan dan kawasan bersejarah dapat dilakukan dengan memperhatikandan memelihara kualitas bangunan, kondisi lingkungan dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini akan memaparkan bagaimana kualitas bangunan bersejarah, kondisi lingkungan bangunan bersejarah dan partisipasi masyarakat akan berpengaruh terhadap wisata budaya di Kota Medan.

References

Darsono, V. (1995). Pengantar Ilmu Lingkungan, Yogyakarta, Penerbitan Universitas Atma Jaya.

Tjiptono, F. (2001). Kualitas Jasa Pengukuran, Keterbatasan dan Implikasi Manajerial. Majalah Manajemen Usahawan Indonesia.

MunforD, L. (1961). The City in History, Its Origin, Its Transformation and Its Prospect. New York, Hercourt, Brace and Worlc. Inc.

Pendit, N. S. (2002). Ilmu Parawisata Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta, Prandya Paramita.

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan No. 6 Tahun 1988 Tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bernilai Sejarah Arsitektur Kepurbakalaan Sertan Penghijauan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan.

Pemerintah Kota Medan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Medan (2013). ”Bangunan-Bangunan Bersejarah di Kota Medan”.

Sirojuzilam (2005). Beberapa Aspek Pembangunan Regional, ISEI Bandung, Jawa Barat.

Sirojuzilam (2008). Analisis Ketimpangan Ekonomi Wilayah Barat dan Wilayah Timur Provinsi Sumatera Utara dan Kaitannya dengan Perencanaan Wilayah. Medan: Disertasi Perencanaan Wilayah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara.

Sirojuzilam (2011). Regional Pembangunan, Perencanaan dan Ekonomi. USU press, Medan.

Solimun (2002). Multivariate Analysis Structural Equation Modelling (SEM). Lisrel dan Amos. Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya.

Sugiyono (2006). Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta, Bandung.

Suwantoro (1997). Prinsip Dasar Pembangunan Ekonomi Daerah. Makalah pada Seminar Pariwisata. Jakarta.

Sudjana (1992). Metode Statistik. Bandung, Tarsiti.

Downloads

Published

2019-12-20