Kajian Triangle Kawasan Istana Maimoon
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.c044Keywords:
triangle, istana Maimun, mesjid Raya-Taman Sri Deli, pendekatan sejarah, integrasiAbstract
Kawasan bersejarah area Mesjid Raya, Taman Sri Deli, dan Istana Maimoon (Triangle) merupakan lokasi yang sangat strategis di kota Medan. Salah satu bangunan bersejarah yang sudah menjadi icon atau simbol budaya kota Medan yaitu Istana Maimun. Istana Maimun merupakan salah satu peninggalan budaya Melayu yang masih ada sampai saat ini. Yang menjadi permasalahan pada kawasan bersejarah ini tidak teintegrasi atau tidak terhubung dengan baik. Kawasan triangle menjadi kawasan wisata yang sangat bermanfaat bagi bidang pariwisata. Tujuan tulisan adalah mendapatkan spot-spot yang baik pada kawasan bersejarah yang terdapat di sekitar Istana maimun. Metode Penelitian yang dipakai adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan sejarah yaitu menceritakan kembali kondisi politik dan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat di pesisir Timur Sumatera Utara sebelum istana itu dibangun. Analisis dilakukan dengan membuat kajian melalui penjelasan objek per objek (Triangle). Hasil penelitian ini merupakan pola pola yang saling terhubung antara objek Istana Maimun-Mesjid Raya-Taman Sri Deli, yang di jadikan kawasan wisata bersejarah
References
Bakker, J.W.M., & Kanisius, SJ. (1984). Filsafat Kebudayaan, Sebuah pengantar, Penerbit Kanisius.
Sumardjo, J. (2006) Estetika Paradoks, Sunan Ambu Press.
Krier, R. (2001). Komposisi Arsitektur, Penerbit Erlangga.
Kuntowijoyo (2008). Penjelasan Sejarah, Penerbit Tiara Wacana.
Soeroto, M. (2002). Dari Arsitektur Tradisional Menuju Arsitektur Indonesia, Penerbit Ghalia Indonesia.
Mayall, W. H. (1979). Pinciples in Design, Design Council.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Novalinda, Rahmadhani Fitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




