Meningkatkan Citra Kawasan Mangrove sebagai Wisata Bahari Perkotaan Berbasis Dinamika Masyarakat Pesisir Kota
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.d009Keywords:
citra kawasan, wisata bahari perkotaan, dinamika masyarakatAbstract
Kota Surabaya merupakan daerah perkotaan yang sebagian daratannya berbatasan langsung dengan pesisir, sehingga banyak dijumpai tumbuhan mangrove yang hidup di sana. Mangrove yang tumbuh di Kota Surabaya berada di sepanjang Pantai Timur dan Pantai Utara Surabaya. Permasalahannya: Ancaman bagi hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya (PAMURBAYA) karena peralihan fungsi kawasan hutan bakau oleh berbagai pihak, seperti reklamasi, sentra perikanan budidaya, bahkan kayu untuk bahan bakar bagi masyarakat pesisir. Karena adanya tekanan pertumbuhan penduduk yang mengarah kebagian timur memberikan tambahan tekanan terhadap keberlangsungan kawasan mangrove dan kehidupan masyarakat nelayan pesisir kota di Pamurbaya. Terjadinya perubahan baik fisik, sosial ekonomi akan membahayakan keselamatan pantai dan keberlangsungan hidup masyarakat nelayannya, sehingga diperlukan model penataan untuk menyelaraskan tekanan perubahan ini agar ekosistem disana lebih terpelihara dan perlu memberikan pemahaman dan kesadaraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dan outputnya berupa model peningkatan citra kawasan mangrove sebagai wisata bahari perkotaan berbasis dinamika masyarakat pesisir kota di Pantai Timur Surabaya.
References
Adimihardja (1999). Pembangunan berbasis dinamika masyarakat. PT Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, S. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. (2013). Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Demartoto, A. (2009). Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Sebelas Maret University Press, Surakarta.
Lynch, K. (1960). The Image Of The City, Copyright © 1960 by the Massachusetts Institute of Technology and the President and Fellows of Harvard College Twentieth Printime. 1990
Kusmayadi & Sugiarto, E. (2000). Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Medlik, S., & Middleton, V. T. C. (1973). Product formulation in tourism. In Tourism and marketing. Berne: AIEST
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja Rosdakarya. Offset, Bandung.
Muallisin, I. (2007). Model Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Penelitian BAPPEDA Kota Yogyakarta.
Nuryanti, W. (2009). Tourism : Concept, Perspective and Challenges (Makalah pada Konferensi Internasional tentang Pariwisata Budaya Yogyakarta) Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Pendit, N. S. (2012). Ilmu Pariwisata, Sebuah Pengantar Perdana. Edisi 2. Jakarta : PT Prandnya Paramita.
Peraturan Daerah Rencana Tata ruang Wilayah (RTRW) Kota Surabaya Tahun 2014-2034 Nomor 12 Tahun 2014.
Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Republik Indonesia nomor : 15/ permen/2016 tentang petunjuk pelaksanaan peyelenggaraan pengembangan kawasan pesisir.
Peraturan Walikota Surabaya Nomor 65 Tahun 2011 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Kawasan mangrove Kota Surabaya
Ridwan, M. (2012). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Medan : PT SOFMEDIA.
Suansri, P. (2009). Masyarakat Pesisir Kota Handbook. Bangkok, Thailand : Responsible Ecological Social Tours Project (REST).
Sugiono (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep, Yogyakarta: Andi.
Tribe, J. (2007). The Indiscipline of Tourism. Annals of Tourism Research 24 (3).
www.emeraldinsight.com.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau
Kecil
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Suko Istijanto, Rachmawati Novaria, Farihin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




