Pengaruh Temperatur Udara terhadap Kenyamanan Termal di Ruang Studio Program Studi Arsitektur di Universitas Khairun
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.d028Keywords:
temperatur udara, kenyamanan termal, ruang studioAbstract
Kenyamanan bangunan salah satunya dapat ditinjau dari perpindahan termal yang terjadi dalam bangunan tersebut. Ruang studio akhir dan ruang studio perancangan merupakan ruang yang menggunakan ventilasi alami dimana kondisi ruangan tersebut dipengaruhi secara langsung kondisi di dalam ruangan pagi, siang dan sore. Alat Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik data temperatur udara di dalam bangunan. Pengolahan dan penyusunan data mengikuti standar Panduan dari IDMP (International Daylight Measurement Programme). Data dikelompokkan dalam bentuk: harian, pelaksanaan waktu kuliah dari pukul 08.00 sampai pada pukul 16.00, berdasarkan interval waktu setiap 30 menit. Hasil akhir disajikan dalam bentuk tabel dalam urutan: nilai rata-rata, standar deviasi, jumlah data, nilai maksimum, dan nilai minimum. Bentuk lainnya diperlihatkan dalam grafik/gambar fluktuasi yang menunjukkan nilai rata-rata, standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum, dilengkapi garis persamaan polynomial dari nilai rata-rata dan nilai koefisien korelasi data dari persamaan yang dihasilkan (R). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik temperatur udara dalam ruangan pada bulan Juli 2018 dengan nilai temperatur udara maksimum tertinggi terjadi pada pukul 14.01 sampai pukul 14.30 sebesar 34.41oC. Hasil analisis berikutnya menunjukkan tingkat kesesuaian data dengan zona kenyamanan termal berdasarkan SNI (Standar Nasional Indonesia).
References
Amelia, K. P. (2013). Pengaruh Orientasi Bangunan terhadap Kenyamanan Termal pada Perumahan di Bandung, Obyek Studi: Rumah sudut tipe Camry Blok E dan Blok D, Grand Sharon Residence. Berkala Ilmiah Narasi Arsitektur, 1 (1).
ASHRAE (2017). Thermal Environmental Condition for Human Occupancy (ASHRAE Standard 55). ASHRAE: Atlanta US.
ASHRAE Standard 55. (2010). Thermal Environment Conditions for Human Occupancy. ANSI : Amerika Serikat.
Baharuddin, Ishak, M. T., Beddu, S., & Osman, M.Y. (2013). Analysis of Comfort and Thermal Environment in Lecture Rooms with Natural Ventilation (Case Study: Campus II, Faculty of Engineering, Unhas Gowa). Universe of Nusantara SAN Architecture 2. Malang: San 111213.
Baharuddin, Ishak, M. T., Muhammad, T., Asniawaty. (2015). Effect of Air Flow Speed on the Level of Thermal Comfort in the Lecture Room. Proceedings of the National Scientific Seminar, 1.
Earthman, G. I. (2002). School Facility Conditions and Student Academic Achievement: Williams Watch Series: Investigating the Claims of Williams v. State of California. UC Los Angeles: UCLA's Institute for Democracy, Education, and Access.
ISO 7730. (1994). Moderate Thermal Environtment Determination of the PMV and PPD indoicies and Specification of the Condition For Thermal Comfort. ISO.
Lippsmeier, G. (1980). Bangunan Tropis (Edisi kedua ed.). Penerbit Erlangga.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA.
Rigolon, A. (2010). European Design Types for 21st Century Schools: an Overview. CELE Exchange, Centre for Effective Learning Environments, 3.
Satwiko, P. (2008). Fisika Bangunan. First Edition. Yogyakarta: Andi.
SNI. (2011). Konservasi Energi Selubung Bangunan pada Bangunan Gedung. Jakarta : BSN
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Tayeb Mustamin, Andi Alauddin2, Ramli Rahim3, Baharuddin, Rosadi Mulyadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




