Pembuatan Model Material Trotoar dalam Rangka Penguatan Identitas Kampung Sejahtera

Authors

  • Morida Siagian Universitas Sumatera Utara
  • Rudolf Sitorus2 Universitas Sumatera Utara
  • Basaria Talarosha Universitas Sumatera Utara
  • Torang Sitorus Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.6.d091

Keywords:

identitas, masyarakat lokal, penanda, turisme

Abstract

Kawasan Kampung Keling telah mengalami transformasi menjadi kawasan megapolitan. Masuknya modernitas yang dibawa kapitalis sejak 1960 mendorong masyarakat Tamil bergeser ke kawasan pinggiran yang terbagi ke dalam empat perkampungan. Kondisi pemukiman mereka saat ini berada di belakang gedung tinggi, tidak teratur dan terletak di kawasan pinggir sungai (tidak terawat). Sebagai perkampungan salah satu masyarakat lokal Kota Medan, masing-masing kampung tidak memiliki penanda yang mengidentifikasi keberadaan mereka di kawasan tersebut. Membuat “penanda” pada “gerbang” di Kampung Sejahtera sebagai salah satu perkampungan masyarakat Tamil sebagai upaya menunjukkan eksistensi mereka di Kota Medan. Melalui pengabdian bersama mahasiswa dengan bermitrakan kelompok masyarakat setempat, melakukan analisa kondisi, pengukuran, pembuatan desain, melakukan diskusi tentang pentingnya menjaga identitas kawasan dan pemilihan alternatif desain, hingga pembangunan pelataran di pintu masuk yang bercorak identitas Kampung Sejahtera.

References

Holmes, A. M. (2003). The Edinburgh Standards of Urban Design. Edinburgh.

Lynch, K. (1960). The Image of The City. Cambridge: The MIT Press Massachusette.

Rapoport, A. (1982). The Meaning of The Built Environment. Baverly Hills: Sage Publication.

Siagian, M. (2014). Socio-Spatial Image, Case Study: Kampung Keling Area, Medan, Indonesia. USM, Malaysia.

Downloads

Published

2019-12-20