Karakteristik Kawasan Pecinan Lasem Kabupaten Rembang
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.6.d105Keywords:
karakteristik, kawasan pecinan, LasemAbstract
Kota Lasem merupakan kota tua dan kota bersejarah karena dahulu Lasem merupakan bandar pelabuhan besar sejak abad 12 saat kerajaan Majapahit sampai dengan abad 19 saat kolonialisme Belanda. Kawasan Pecinan Lasem dengan pola spatial berupa koridor dan bentuk rumah tinggal yang khas merupakan kekayaan arsitektur nusantara. Karakteriristik Kawasan Pecinan Lasem yang tersebut di atas sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Tujuan penelitian adalah menyumbangkan konsep pengetahuan yang berkaitan dengan karakteristik arsitektur. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif naturalistik dengan pendekatan penelitian grounded theory dan strategi induktif. Hasil penelitiannya berupa komponen-komponen bentukan arsitektur rumah tinggal Cina dan tata nilai atau sistem budaya yang melatarbelakangi bentukan arsitekturnya.
References
Ching, F. D. K., Jarzombek, M. M., & Prakash, V. (2017). A Global History of Architecture: Third Edition. New Jersey: John Wiley and Sons Inc.
Darmawan, D. (2012). The Influence of Yin Yang School of Thought towards the Architecture of Chinese's Old Residential Buildings at Lasem. Jurnal Tesa Arsitektur, 10 (1), 42-51.,
Handinoto (2008). Perkembangan Bangunan Etnis Tionghoa di Indonesia (Akhir Abad ke-19 sampai tahun 1960 an).
portfolio.petra.ac.id/user_files/81-005/intisari (1).doc.
Indriantoro, N., & Supomo, B. (1999). Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta : Penerbit BPFE.
Jackson, J. C. (1975). The China town of Southeast Asia: Traditional Component of City’s Central Area. Pacific Viewpoint 16 (1), 51.
Kurniati, R. (2016). Sejarah Perkembangan Struktur Ruang Kota Lasem. Jurnal Ruang, 2 (3), 172-188. P-ISSN 1858-3881; E-ISSN 2356-0088 UNDIP.
Lanshun, W. & Linjun, C. (2006). Beijing’s Siheyuan (1st e.d). Beijing: China Pictorial Publishing House.
Nurhajarini, D. R. dkk. (2015). Akulturasi Lintas Jaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).
Pratiwo (2010). Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Yogyakarta: Ombak.
Purwanto, LMF. (2018). Lasem, Kota Berarsitektur Tionghoa Nan Merana. Artikel Harian Suara Merdeka.
Rachman, F. N. dkk. (2013). Lasem, Kota Sejarah yang Terpinggirkan Zaman. Bandung: Fokmas Lasem & Rembang Heritage Society.
Rachmayanti, S. dkk. (2017). Cultural Acculturation in Interior And Architecture Of Old Straits-Born Chinese Lasem House. Jurnal Humaniora, 8 (3), 279-290.
Rahadhian, dkk. (2018). Eksistensi Candi Sebagai Karya Agung Arsitektur Indonesia Di Asia Tenggara. Yogyakarta: PT Kanisius.
Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. New Jersey: Prentice Hall.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Margareta M. Sudarwani, Edi Purwanto, R. Siti Rukhayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




