Identifikasi Karakteristik Limbah Bulu Ayam sebagai Material Panel Akustik

Authors

  • Ansarullah Universitas Muslim Indonesia
  • Ramli Rahim Universitas Muslim Indonesia
  • Baharuddin Universitas Muslim Indonesia
  • Asniawaty Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.8.e017

Keywords:

Identifikasi, karakteristik, panel, penyerap suara, limbah bulu ayam

Abstract

Perkembangan ekonomi dibidang peternakan cukup menjanjikan, bisa kita lihat dengan menjamurnya usaha rumah potong ayam, ini juga terbukti bahwa hampir disetiap rumah makan dan restauran, sampai kepada warung warung makan dipinggir jalan tidak pernah lepas dari menu daging ayam, Daging ayam yang setiap harinya kita komsumsi mempunyai bulu yang yang merupakan sampah atau limbah dari akibat pemotongan ayam yang akan dikomsumsi dagingnya dan banyak kita lihat di sekitar kita. Keberadaan Bulu Ayam yang setiap hari diproduksi dan masih belum banyak dimanfaatkan. Ada beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bulu ayam bisa digunakan untuk bahan akustik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik bulu ayam untuk diciptakan sebagai material panel yang nantinya diaplikasikan pada bidang arsitektur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan mengolah limbah bulu ayam menjadi sebuah produk panel, dengan melakukan beberapa tahapan, diantaranya dengan cara seleksi material bulu ayam, proses pembersihan, proses pengeringan, proses pengilingan, proses pembentukan dan permodelan panel serta proses pengeringan. Ada beberapa hasil yang didapat akibat proses identifikasi karakteristik limbah bulu ayam menjadi sebuah panel yang selanjutnya akan dijadikan sampel pada pengujian daya serap suara panel limbah bulu ayam di laboratorium.

References

Acda, M. N. (2010). Waste Chicken Feather as Reinforcement in Cement-Bonded Composites. Philippine Journal of Science. 139 (2), 161 – 166. Desember.

Arifin, T. (2008). Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam Potong Metode Pengukusan Untuk Bahan Ransum Ayam Potong. Master Tesis-Pengelolaan Sumber Daya Alam & Lingkungan. USU Institutional Repository

Asdrubali, F. (2007). Green and Sustainable Materials For Noise Control In Buildings. 19th International Congress on Acoustics. Madrid, 2-7 September 2007.

ASTM. (1998). STD. ASTM E1050-98. C 384: Standart Test Method for Impedance and Absorbtion of Acoustical Materials Using A Tube, Two Microphones and A Digital Frequency Analysis Systerm. Amerika.

Attenborough, K., (1996). Porous Materials for Scale Model Experiments In Outdoor

Bucur, V. (2006). Acoustic of Wood. 2nd Edition. Springer: CRC Press.

Budianto, R. (2013). Desain Bioball Berbahan Komposit Bulu Ayam Resin Polyester: Sifat Material, Karakteristik Bentuk dan Karakteristik Hidraulik (tesis). ASEAN Journal of Systems Engineering, 1 (2), 68-71.

Callender (1974). Time Server Standars for Arcitectural Design Data. Fifth Edition. McGraw-Hill Book Company. Kingsports Press. USA

Cox, T. J., & D’Antonio, P. (2009). Acoustic Absorbers and Diffusers Theory, Design and Application. New York: Taylor & Francis.

Dewi, A. K. (2015). Material Akustik Serat Pelepah Pisang (Musa acuminax balbasiana calla) Sebagai Pengendali Polusi Bunyi. Jurnal Fisika Unand. 4 (1).

Doelle, L. L. (1985). Akustik Lingkungan. Terjemahan Oleh: Lea Prasetia. Surabaya: Erlangga.

Dowell, E. H. (1978). Reverberation Time, Absorption, and Impedance. Journal of The Acoustical Society of America 64 City, 181.

Egan, M. D. (1972) Concepts in Architectural Acoustic. McGraw Hill, Inc., New York.

Jati, B. M. E., & Prasetio, A. (2009). Karakterisasi Sejumlah Bulu Unggas Sebagai Bahan Sensor Kelembaban Udara. Prosiding Seminar Nasional Penelitian Pendidikan, dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.

Kurniawan. O. dkk. (2015). Eksperimen Perancangan Kemampuan Daya Serap Panel Akustik dari Sampah Kotak Karton Gelombang. Jurnal Itenas Rekarupa, 3 (1).

Gabriel, J. F. 2001. Fisika Lingkungan. Jakarta: Hipokrates.

Setyanto, R. H., Priyadithama, I., & Maharani, N. (2011). Pengaruh Faktor Jenis Kertas, Kerapatan, dan Presentase Perekat Terhadap Kekuatan Bending Komposit Panel Serap Bunyi Berbahan Dasar Limbah Kertas dan Serabut Kelapa. Performa, 10 (2), 89-94.

Himawanto, D. A. (2007). Karakteristik Panel Akustik Sampah Kota Pada Frekuensi Rendah dan Frekuensi Tinggi Akibat Variasi Kadar Bahan Anorganik. Jurnal Teknik Gelagar, 18 (1), 19-24.

Miasa, I. M. M., Sriwijaya, R. (2004). Penelitian Sifat-Sifat Akustik dari Bahan Kertas dan Plastik Sebagai Penghalang Kebisingan. Media Teknik, (1), hal.68-71.

Iskandar, M. I., & Supriadi, A. (2015). Peningkatan Mutu Papan Partikel Melalui Peningkatan Kadar Perekat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33 (2), 145-151.

Jailani, M., Nor, M., Jamaludin, N., Tamiri, F. M. (2004). A Preliminary Study of Sound Absorption Using Multi-Layer Coconut Coir Fibers. Electronic Journal "Technical Acoustics", diakses 16 Maret 2016.

http://ta.org.ru

Janssen, J. J. A. (1981). The Importance of Bambu as Building Material. Bamboo Current Research. KFRI, India and IDRC. Chocin, India.

Japanese Standard Association (JSA). 1963. JIS A 1405. Methods of Test for Sound Absorption of Acoustical Material by the Tube Method. Jepang: Japanese Standard Association.

Japanese Standard Association (JSA). 2003. JIS A 5908: Particleboards. Jepang: Japanese Standard Association.

Ketaren, N. B. R. (2008). Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam Sebagai Sumber Protein Ayam Pedaging Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan.

Kinsler, L. E., Frey. A. R., (1982). Fundamental of Acoustics, John Wiley & Sons. Inc, New York.

Kollman, etc. (1975). Principles of Wood Science and Technology, 2. Wood Based Materials. Springer-Verlag New York Heidelberg Berlin.

Kurniawan, O. Dkk. (2015). Eksperimen Perancangan Kemampuan Dayap Serap Panel Akustik dari Sampah Kotak Karton Gelombang. Jurnal Itenas Rekarupa, 1 (3), 2015 ISSN 20088-5121.

Prasetyo, L. (1993). Akustik Lingkungan, Erlangga, Jakarta.

Jailani, M., Nor, M., Nordin, J., Fadzlita, M. T. (2004). Apreliminary Study of Sound Absorption Using Multi-Layer Coconut Coir Fibers, Electronic Journal Technical Acoustics.

http://webcenter.ru akses 16 03 2016

Swift, M. J., etc. (1999). Acoustic Absorption in Re-Cycled Rubber Granulate, Applied Acoustics, 57 (3), 203-212.

Mangunwijaya, Y. B. (2000). Pengantar Fisika Bangunan. Djambatan. Jakarta.

Marlin & Leni. (2013). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Daging Ayam Ras Pada Rumah Tangga Di Kelurahan Gunung Sari Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Universitas Hasanuddin Makassar.

Maloney, T. M. (1993). Modern Particleboard and Dry Process Fibreboar Manufacturing. Miller Freeman Inc. San Fransisco.

Martiandi, B. (2010). Karakteristik Panel Akustik Komposit Kayu Afrika (Maesopsis eminii, Engll) dengan Penambahan Styrofoam dan Polyfoam. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Mediastika, C. E. (2008). ”Jerami Sebagai Bahan Baku Panel Akustik Pelapis Dinding”. Dimensi Teknik Arsitektur, 36 (1), 20-27.

Mediastika, C. E, 2008. ”Kualitas Akustik Panel Dinding Berbahan Baku Jerami”. Dimensi Teknik Aritektur. 36 (2), 127-134.

Mediastika, C. E. (2005). Akustika Bangunan, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Mediastika, C. E. (2008). Kualitas akustik panel dinding berbahan baku jerami. Journal of Architecture and Built Environment, 127- 134 ISSN 0126-219X.

Thyagarajan, D. dkk,. (2013). Scope of Poultry Waste Utilization. IOSR Journal of Agriculture and Veterinary Science (IOSR-JAVS) eISSN: 2319-2380, p-ISSN: 2319-2372. Volume 6.

Templeton, D., Saunders, D. (1987). Acoustic Design, the Architectural. Press, London.

Putra, A., Abdullah, Y., Efendy, H., Farid, M. W., Ayob, R. Md., & Sajidin, M. Py. (2012). Utilizing Sugarcane Wasted Fibers As A Sustainable Acoustic Absorber. MUCET Part 2 Mechanical And Manufacturing Engineering, Malaysian Technical Universities Conference on Engineering & Technology.

Purkuncoro, E. A. Dkk, (2014). Pemanfaatan Komposit Hybrid Sebagai Produk Panel Pintu Rumah Serat Bulu Ayam (Chicken Feather) Dan Serat Ijuk (Arenga Pinata) Terhadap Sifat Mekanik Dan Sifat Thermal Komposit Hybrid Matrik Polyester. Simposium Nasional RAPI XIII – 2014 FT UMS. ISSN 1412-9612

Prakarsa (2013). “Manajemen Persampahan”. Jurnal Prakarsa Infrastruktur Indonesia. Oktober, 15 (6).

Ridhola, F., & Elvaswer (2015). Pengukuran Koefisien Absorbsi Material Akustik Dari Serat Alam Ampas Tebu Sebagai Pengendali Kebisingan. Jurnal Ilmu Fisika (JIF), 7 (1), Maret 2015 ISSN 1979-4657.

Russell, D. A. (2002). “Absorbtion Coefficient and Impedance”. Science and Mathematics Department, Kettering University, Flint, MI, 48504.

Sasongko, D. P., Hadiyarto, A., Subagyo, A., Hadi, S. P., & Asmorohadi, N., (2000). Kebisingan Lingkungan, Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Simatupang, V. (2007). Uji akustik Bahan Absorber dengan Variasi Konfigurasi Core dari Bahan Komposit Berbasis Serat Alami (Serbuk Kelapa), tesis. ITB. Bandung.

Siscawati, Evy. 2011. Plastik Ramah Lingkungan dari Sampah Bulu Ayam, diakses 16 Maret 2016.

http://www.faktailmiah.com

Suharyani, Dkk. (2014). Pemanfaatan Limbah Pelepah Pisang Raja Susu Untuk Bahan Material Dinding Kedap Suara. Simposium Nasional RAPI XIII 2014 ISSN 1412-9612.

Suptandar, J. P. (2004). Faktor Akustik dalam Perancangan Disain Interior. Jakarta: Ikrar Mandiri abadi.

Sonikiawan, Dkk. (2010). Pemanfaatan Limbah Rambut Salon Sebagai Serat Penguat Pada Roof Fiber Glass Cetak Tembus Sinar, diakses 16 Maret 2016.

http://kemahasiswaan.um.ac.id

SNI No.03–1027–1995. Lembaran Asbes Semen Rata. Dewan Standarisasi Indonesia.

Sudjana (2005). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sutigno, P. (2006). Mutu Papan Partikel. Akses 16 Maret 2016.

http://www.dephut.go.id

Tsoumis, G. (1991). Science and Technology of Wood (Structure, Properties, Utilization). New York: Van Nostrand.

Quintero, R. A. (2007). Measurement of the sound-absorption coefficient on egg cartons using the Tone Burst Method, Departamento de Ingeniería Electrónica, Instituto Tecnológico de Buenos Aires, Av. Eduardo Madero 399, Argentina, Springer.

Vick C. B. (1999). Wood Handbook, Wood as an Engineering Material. Chapter 9. Adhesive Bonding of Wood Materials. Forest Products Society.USA.

Widarmana, S. (1977). Panil–panil Berasal dari Kayu Sebagai Bahan Bangunan. Proceding Seminar Persaki Pengurus Pusat Bogor.

Wijaya, I., & Elvaswer. (2015). Pengujian Koefisien Absorbsi Dari Material Akustik Serat Alam Limbah Ampas Tempe Untuk Pengendali Kebisingan. Jurnal Fisika Unand 4 (2), April 2015 ISSN 2302-8491.

Wirajaya, A. (2007). Karakteristik Komposit Sandwich Serat Alami sebagai Absorber Suara. Tesis. ITB. Bandung. Yahya, dkk (2004). Achievement on Development a New Design of Low Frequency Noise Absorber with Coupled

Pyramid-Shaped Element, 1st Jogjakarta Regional Physics Conference.

Young, H.D., etc. (2003). Fisika Universitas. (Edisi kesepuluh, jilid 2), Jakarta Erlangga.

Yuliantika, S. (2015). Penentuan Koefisien Absorbsi Dan Impedansi Material Akustik Resonator Panel Kayu Lapis (Plywood) Berlubang Dengan Menggunakan Metode Tabung. Jurnal Ilmu Fisika (JIF), 7 (2) September 2015 ISSN 1979-4657.

Zakaria (1996). Pengujian Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Produksi PT. Paparti Pratama Cibadak Sukabumi. Skripsi. Fakultas Kehutanan, IPB,Bogor.

Zulfian & Muhammad S. P. (2009). Kajian Tentang Kemungkinan Pemanfaatan Bahan Serat Ijuk Sebagai Bahan Penyerap Suara Ramah Lingkungan. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan 7 (2), 93-97, 2009 ISSN 1412-5064.

Zulkarnain (2011). Pengurangan Tingkat Kebisingan Dengan Menggunakan Serat Sabut Kelapa Digunakan Sebagai Bahan Penyerap Bunyi. Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3. Palembang, 26-27 Oktober 2011. ISBN: 979-587-395-4.

Downloads

Published

2019-12-20