Arsitektur Tradisional Bugis Berkonsep Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.8.e055Keywords:
arsitektur, Bugis, kearifan, lokal, tradisionalAbstract
Arsitektur tradisional Bugis adalah bangunan kayu bentuk rumah berpanggung, berkolong, dan berstruktur kerangka kayu. Masyarakat Bugis yang dikenal sebagai manusia bahari, gemar melaut, mengembara, berpetualang, sehingga etnik ini dapat dijumpai dimana-mana di seantero nusantara ini, bahkan terdapat beberapa perkampungan Bugis di luar negeri yang situsnya masih dapat dijumpai saat ini. Kebiasaan orang Bugis dimana saja bermukim; maka ia tetap membangun rumahnya berpanggung kayu, yang berarsitektur tradisional. Arsitektur tradisional Bugis lahir berkonsep kearifan lokal, yang dimulai dari pemilihan jenis bahan kayu, menentukan tapak bangunan, proses konstruksi, mendidirikan bangunan, dan naik rumah baru. Konsep-konsep kearifan lokal ini masih tetap dipertahankan dengan melibatkan panrita bola/sanro bola (ahli rumah/dukun rumah) dan panre bola (tukang rumah). Orang-orang mereka ini yang menerap-aplikasikan “nilai-nilai kearifan lokal”, pada arsitektur tradisional Bugis. Setiap tahap pembangunan akan disertai kegiatan ritual-ritual yang bermakna keberhasilan, kesuksesan, kesehatan, bagi pemilik atau penghuni rumah kelak.
References
Fox, J. J. (1993). Inside Austronesian Houses: Perspective on domestic design for living. Canberra: Departement of Antropology, Research School of Pasific Studies, The Australian National University.
Mardanas, I. dkk. (1985). Arsitektur Tradisional Daerah Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Matthes, B. F. (1874). Ethnographische Atlas, bevattende afbeeldingen van voorwerpen uit het leven en de huishouding der Boeginezen. Netherland : Nijhof.
Mattulada (1998). Sejarah Masyarakat, dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.
Morrell, E. (2005). Simbolisme, Ruang, dan Tatanan Sosial. (Tapak-tapak waktu, kebudayaan, sejarah, dan kehidupan sosial di Sulawesi Selatan). Makassar : Ininnawa.
Pelras, C. (2006). Manusia Bugis. Jakarta : Forum Jakarta-Paris.
Rahim, R. (1992). Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis. Makassar : Hasanuddin University Press.
Rapoport, A. (2005). Culture, Architecture, and Design. Chicago : Printed in the United States of America.
Rapoport, A. (1969). House Form and Culture. Engelwood Cliffs : Prentice-Hall.
Robinson, K. (2005). Tradisi Membangun Rumah di Sulawesi Selatan. (Tapak-tapak waktu, kebudayaan, sejarah, dan kehidupan sosial di Sulawesi Selatan). Makassar : Ininnawa.
Saing, A. (2010). Arsitektur Tradisional Rumah Adat Bugis-Makassar. Makassar : Indhira Art.
Shima, N. P. (2006). Arsitektur Rumah Tradisional Bugis. Makassar : Badan Penerbit UNM.
Waterson, Roxana (1990). The Living House An Anthropology of Architecture in South-East Asia. Singapore:
Oxford University Press, Oxford New York.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Syarif Beddu, Ananto Yudono, Afifah Harisah, Mohammad Mochsen Sir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




