Ekomuseum di Kabupaten Minahasa: Studi kasus Kampung Jawa-Tondano (JATON)

Authors

  • Cynthia E.V Wuisang University of Sam Ratulangi
  • Joseph Rengkung Universitas Sam Ratulangi
  • Dwight M. Rondonuwu Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.6.a015

Keywords:

Lansekap budaya, ekomuseum, Minahasa, Kampung Jawa-Tondano

Abstract

Istilah ekomuseum belum begitu dikenal di Indonesia, meskipun perkembangan pesat ekomuseum terjadi di Eropa, Amerika dan Asia, dimana masyarakat lokal dilibatkan dalam perencanaan, pengelolaan dan konservasi lansekap. Konsep lansekap belum banyak disebut dalam literatur ekomuseum meskipun lansekap adalah setting utama dalam sebuah ekomuseum. Tulisan ini meng-explorasi (melalui studi pada dua kawasan permukiman masyarakat yaitu Kampung Jawa Tondano (JATON) yang berada di wilayah urban dan Pulutan, di wilayah perdesaan Kabupaten Minahasa), bagaimana lansekap dideskripsikan sebagai ekomuseum yang menekankan interaksi aktivitas manusia dan lingkungan habitatnya. Metoda yang digunakan adalah deskriptif-explanatif. Kesimpu-lan tulisan ini adalah konsep ekomuseum dapat dipakai sebagai tools dalam mengekspresikan hubungan (linkage) antara kekinian dan masa lalu, lingkungan alam dan sosial masyarakat dalam pelestarian lansekap budaya Minahasa.

References

___________Sejarah Kampung Jawa Tondano, http://jaton.forummotion.com/t27-sejarah-kpg- jawa-tondano.

Creswell, J. W. (2008). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. California: Sage Publications, Inc.

Corsane, G P., davis, S., Elliot, M., Maggi, D., Murtas and S. Rogers. (2007). Ecomuseum Performance in Piemonte and Liguria, Italy: The Significance of Capital. International Journal of Heritage Studies Vol. 13, No.3, May 2007: 224-239.

Davis, P. (2011). Ecomuseum: a sense of place. London and NY: Leicester University Press

Davis, P. (1999). Ecomuseums: a sense of place. London and New York: Leicester University Press/Cassell.

Davis, P. (2008). ‘New museologies and the ecomuseum’. In Graham, B. and Howard, P. (Eds) The Ashgate Research.

Ecomuseum Observatory (2010). Ecomuseum: what is it? Available online at www.ecomuseums.eu

Groat, L. & Wang, D. (2002). Architectural Research Methods. New York: John Wiley & Sons. Inc.

Hauenschild, A. (1988). Claims and Reality of New Museology: Case Studies in Canada, The USA & Mexico. Hamburg.

Rene, R. (1985). 'Ecomuseums in Quebec'. In Museum. No 148 Vol XXXVII, no 4 (UNESCO). Paris, 204.

Riviere, G. H. (1985). Ecomuseum: an evolutive definition. Museum International, 148: 182-183.

Yi, H. (2010). The Evaluations of Ecomuseum Success: Implications of International Frameworks for Assessment of Chinese Ecomuseum. http://asaa.asn.au/ASAA2010/reviewe_ed_papers/Yi-Sabrina _Hong.pdf (last accessed, September 24, 2017).

Wuisang, C. E. V., & Jones, D. (2014). Minahasan perspective on Landscape custodianship: Sulawesi indigenous landscape management and planning issues and challenges. Proceeding for the International Federation of Landscape Architects World Congress, Kuching, Malaysia. Vol. PP.1.29 – E1.

Downloads

Published

2017-12-20