Pengaruh Kualitas Fisik Ruang Terbuka Publik Aktif Perkotaan Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat

Authors

  • Irfandi Universitas Syiah Kuala
  • Mirza Universitas Syiah Kuala
  • Irzaidi Universitas Syiah Kuala
  • Khairul Huda Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.6.a023

Keywords:

kualitas hidup, ruang terbuka publik, Taman Putro Phang, Taman Sari

Abstract

Ruang terbuka publik (RTH) adalah tempat yang bebas bagi orang untuk melakukan berbagai kegiatan. Unsur-unsur fisik dan kegiatan di ruang terbuka publik menawarkan banyak manfaat bagi kualitas hidup masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisa fenomena yang saling berkaitan dan berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat yang muncul dalam menanggapi kualitas fisik dan aktivitas pada ruang terbuka publik aktif perkotaan, yaitu pada Taman Sari dan Taman Putro Phang Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survey lapangan dan observasi untuk mendapatkan informasi tentang kualitas RTH dan intensitas penggunaanya, kemudian dilakukan kegiatan pengumpulan data dengan kuisioner dan wawancara dengan menggali tiga aspek yaitu elemen fisik, elemen fungsional dan elemen persepsi. Hasil kajian menunjukkan aspek kualitas pada ruang terbuka publik berupa aksesibilitas, fasilitas, aktivitas, elemen alami ruang terbuka publik, intensitas aktivitas dan perawatan pada ruang terbuka publik berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup masyarakat pengguna ruang terbuka publik tersebut. Aspek dari kualitas hidup yang dipengaruhi adalah aspek kesehatan, aspek kehidupan keluarga, aspek interaksi sosial dan aspek rekreasi.

References

Adrian J. (2002). A Guide to Doing Quality of Life Studies: University of Birmingham.

CABE and DETR. (2001).The Value of Urban Design, London: Thomas Telford

CABE S. (2010). Community Green: Using Local Spaces to Tackle Inequality and Improve Health. Chiesura, A. (2004) The Role of Urban Parks for The Sustainable City, Landscape and Urban Planning, 68 (2004) 129–138

Costanza, R., Fisher, B., Ali, S., Beer, C., Bond, L., Boumans, R., Danigelis, N., Dickinson, J., Elliot, C., Farley, J., Gayer, D., Glenn, L. M., Hudspeth, T., Mahoney, D., McCahil, L., McIntosh, B., Reed, B., Risvi, A., Rizzo, D., Simpatico, T., & Snapp, R. (2007). Quality of life: An approach integrating opportunities, human needs, and subjective well-being: Ecological Economics, 61, 267–276

Carr, et al. (1992). Public Space, Cambridge: Cambridge University Press.

Das, D. (2008). Urban Quality of Life: A Case Study of Guwahati: Springer Science+Business Media B.V. Soc Indic Res 88:297–310

Gehl, J. (2002). Public Space and Public Life City of Adelaide: City of Adelaide

Lynch, K. (2007). Neighbourhood Parks in Saskatoon: Contributions to Perceptions Of Quality Of Life: Thesis, Department Of Geography, University Of Saskatchewan, Saskatoon, Saskatchewan, Canada

Maller, C., et al. (2009).Healthy Parks, Healthy People: The Health Benefits of Contact with Nature in a Park Context: GeorgeWright Forum Volume 26 Number 2

Marans, R. W. & Stimson, R. J. (Eds.) (2011) Investigating Quality of urban life: Theory, method, and empirical research. Dordrecht, The Netherlands: Springer Publishing

Project for Public Spaces. (2000).How to Turn a Place Around: A Handbook of Creating Successful Public Spaces: New York: Project for Public Space

Sigit, D. A. (2012). Exploring the effect of compact development policy to urban quality of life in Bandung, Indonesia. Journal of City, Culture and Society 3 (2012) 303–311

Lotfi, S., Solaimani, K. (2009). An assessment of urban quality of life by using analytic hierarchy process approach, J. Soc. Sci. 5 123–133).

Sujarweni, V. W & Endrayanto P. (2012). Statistika Untuk Penelitian. Yogyakarta, Graha Ilmu.

Ulrich, R. S. (1979). Visual landscapes and Psychological Wellbeing, Landscape Res., 4: 17-23.

Downloads

Published

2017-12-20