Kajian Penanggulangan Sampah di Daerah Pesisir Kota Lhokseumawe (Studi Kasus : Lorong V Desa Pusong Lama)
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.6.b023Keywords:
lingkungan, nelayan, pesisir, sampah, tempat sampahAbstract
Desa Pusong Lama Lorong V merupakan salah satu desa pesisir yang ada di Kota Lhokseumawe, sebagian besar mayarakatnya bekerja sebagai nelayan. Kondisi lingkungandi desa tersebut sampah yang berserakan. Masyarakat yang menetap dirumah panggung, membuang sampah dibawah rumah dengan dalih sampah tersebut nantinya akan terbawa oleh pasang air laut. Namun pasang air laut sekarang tidak seperti dulu dikarenakan banyak lahan yang ditimbun ketika akan membangun rumah. Sehingga sampah akan semakin menumpuk dan mencemari lingkungan juga memberikan dampak estetika yang buruk. Sampah juga terdapat di lingkungan rumah dengan konstruksi beton, baik di halaman maupun di sekitar jalan. Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi makanan instan juga mempengaruhi semakin menambah banyaknya sampah. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yakni wawancara dengan warga dan aparat desa, pengamatan selama 6 bulan (Juli-Januari) serta dokumentasi kondisi lingkungan ehingga menghasilkan satu kesimpulan bahwa pola kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat diubah dengan menerapkan metode 3R, 4R atau 5R dan penyediaan media tempat sampah yang memadai dengan desain yang unik menggunakan daur ulang sampah yang ada diharapkan dapat memicu pola hidup masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan tersebut.
References
Aboejoewono (1985). Pengelolaan Sampah Menuju ke Sanitasi Lingkungan dan Permasalahan nya .Jakarta:
Wilayah DKI Jakarta Sebagai Suatu Kasus.
Alex S, Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik.Yogyakarta: Pustaka Baru Press. hlm. 3-4
Canter, D. (1986). Intention, meaning and structure: Social action in its physical context. Makalah dalam seminar: Manusia, Rumah dan Lingkungan, Fakultas Psikologi UI, Bagian Psikologi Sosial dan Fakultas Teknik UI, Jurusan Arsitektur, Depok.
Djuarnani, N., Kristian, S. B. S. (2005). Cara Cepat Membuat kompos.Cet.1. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Damanhuri, E., & Tri, P. Probleme de Dechets Urban en Indonesie, TFE ENTPE (Perancis), 1982 E. Damanhuri (Editor): Teknik Pengelolaan Persampahan – Modul A dan Modul B, Disiapkan untuk PT. Freeport Indoensia. Bandung: Teknik Lingkungan ITB.
Hadisuwito, S. (2007). Membuat Pupuk Kompos Cair. Cet. 1. PT. Agromedia Pustaka, Jakarta. https://id. wikipedia.org/w/index.php?title=Sampah_anorganik&oldid=10296325,https://id.wikipedia.org /w/index. php?title=Sampah&oldid=11477310.
Kartikawan, Y. (2000). Pengelolaan Persampahan. Yogyakarta: Jurnal Lingkungan Hidup.
Moerdjoko, S. Widyatmoko. (2002). Menghindari, Mengolah dan Menyingkirkan Sampah. Cet.1. PT. Dinastindo Adiperkasa Internasional. Jakarta.
Musnamar, E. I. (2006). Pembuatan Aplikasi Pupuk Organik Padat. Cet.3. Penebar Swadaya. Jakarta.
S. Hadiwiyoto. (1983). Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta: Yayasan Idayu.
Subekti, S. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga 3R Berbasis Masyarakat Pendahuluan, Available at: http://www.scribd.com/doc/19229978/tulisanbektihadini Diakses 17 Maret 2014.
Tchobanoglous. (1993). Integrated Solid Waste Management. Mc. Grw Hill: Kogakusha.
Widyatmoko, H., & Moerdjoko, S. (2002). Menghindari,
Mengolah dan Menyingkirkan Sampah. Abdi Tandur: Yogyakarta. Hlm. 32.
Wintoko, B. Panduan Praktis Mendirikan Bank Sampah (Keuntungan Ganda Lingkungan Bersih dan Kemapanan Finansial.Yogyakarta: Pustaka Baru Press. hlm.7, 11-12.
Zulkarnain, A. A., & R. Febriamansyah. (2008). Jurnal Agribisnis Kearakyatan vol 1.hal 69-84.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Rosmaini, Cut Azmah Fithri, Soraya Masthura Hassan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




