Model Desain Revitalisasi Kawasan Pasar Petisah Medan
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.6.c037Keywords:
Model Desain Revitalisasi, Kearifan Lokal, Pasar Petisah MedanAbstract
Ketimpangan pembangunan kawasan komersial pusat kota menunjukkan perwajahan urban economics berindikasi urban sprawl. Kawasan Niaga Pasar Petisah di Kecamatan Medan Petisah menunjukkan mix-use land use, minim ruang publik dan in-efisiensi pemanfaatan ruang luar menjadikan degradasi fungsi. Ketimpangan tersebut memerlukan upaya revitalisasi kawasan niaga Pasar Petisah. Berdasarkan analisis awal konsep revitalisasi urban linkage antar pusat keramaian niaga dengan mengangkat kearifan lokal (Lindarto, 2016) dilakukan perencanaan model desain revitalisasi Kawasan Petisah dengan pendekatan retrofitting urban (Dunham, 2009) dengan mendisain linkage visual dan struktural terhadap unsur tata guna lahan, arsitektur lokal, sirkulasi, ruang terbuka publik, aktifitas khas lokal (Shirvani, 1985) secara perancangan adaptif partisipatif. Keluaran penelitian berupa model perancangan desain revitalisasi kawasan niaga berupa wujud gambaran pra-rencana arsitektural. Model ini merupakan acuan / guide lines bagi revitalisasi kawasan niaga berbasis kearifan lokal dengan pendekatan retrofitting urban untuk peningkatan dan pemerataan pembangunan ekonomi di pusat kota Medan
References
Barnett, J. (1982). Introduction to Urban Design, Harper & Row publisher, New York.
Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. London: Sage Publications, Inc.
Dunham J. A., & Williamson, J. (2009). Retrofitting Suburbia: Urban Design Solutions for Redesigning Suburbs. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Humairah, S. dkk, (2015). Revitalisasi pasar Tradisional Sarimalaha di Tidore “retrofitting Architecture”. Jurnal Arsitektur DASENG 4.1 : 184 191.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, (2016), Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di PerguruanTinggi, Edisi X, tahun 2016, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan.
Lynch, K. (1960). The Image of The city.The M.I.T. Press. Cambridge, Massachusetts. -----------------, 1981.The Theory of Good City Form.The M.I.T. Press. Cambridge, Massachusetts.
Moleong, L. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Scheer, B. C. and Mintcho P. (1998), Edge City Morphology, A Comparison of Commercial Centers, Journal of the American Planning Association, Vol. 64, No. 4, Autumn 1998. – American Planning Association, Chicago, IL.
Schultz, C. N. (1991), Genius Loci, towards a phenomenology of architecture, Rizzoli, New York Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process., Van Nostrand Reinhold, New York USU, 2015, Renstra USU 2015-2019 USU, 2016, Rencana Induk Penelitian Universitas Sumatera Utara 2016-2020
Wibowo, A. dkk. (2014). Hybrid Traditional Market : Menuju Pengembangan Pasar Tradisional yang Ramah Sosial dan Ekologi Kota dalam Upaya Memperkuat Ekonomi Kerakyatan, Jurnal Ilmiah Green Technology 3, Hal.36, Jurusan Arsitektur, Fakultas Sains Dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Malang.
Zahnd, M. (1999). Perancangan Kota Secara Terpadu. Kanisius, Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2017 Dwi Lindarto , Devin Defriza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




