Membaca Arsitektur Nusantara Mengkini dengan Perspektif Rizomatik Deleuze dan Guattari

Authors

  • Indah Widiastuti Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.12.b049

Keywords:

Arsitektur Nusantara, body without organ, Plateau, stratifikasi, smooth space, assemblage, becoming, Arsitektur Vernakular

Abstract

Arsitektur Nusantara diprakarsai oleh Josef Prijotomo sebagai teori yang berupaya menjelaskan arsitektur asli Indonesia sebelum abad ke-18. Gagasan ini didasari semangat emansipasi kekayaan pengetahuan arsitektur lokal Indonesia di tengah dominasi kerangka eurosentris dalam praktek pendidikan arsitektur di dunia akademik. Teori ini dikembangkan lebih jauh lewat konsep Arsitektur Nusantara Mengkini, untuk konteks pengetahuan setelah abad ke-18. Diskusi dan perdebatan Arsitektur Nusantara berkembang bersama dukungan maupun kritik, walaupun cenderung berada pada tataran representasi (wacana, persepsi, ideologi). Pada satu sisi, perdebatan yang tak kunjung usai ini membuktikan resiliensi, yang cukup kuat baik dari pihak kritikus maupun pendukungnya. Perang wacana inilah yang memotivasi untuk ingin merenungi lebih jauh lewat pembacaan terhadap teori Arsitektur Nusantara dan Arsitektur Nusantara Mengkini. Pembacaan dilakukan dengan menggunakan lensa teoretis Rizoma dari Deleuze dan Guattari dengan satu anggapan bahwa wacana Arsitektur Nusantara secara historis bukan kemunculan yang sederhana dan membicarakan subjek juga yang tidak sederhana. Perspektif Rizoma memandang realitas objektif arsitektur sebagai sistem yang kompleks, mendalam jamak, dan selalu dalam proses “menjadi” (becoming), sehingga diharapkan dapat menjangkau kemungkinan-kemungkinan bacaan yang lebih dalam, dinamis dan karenanya lebih menyeluruh.

References

Bonta, M., & Protevi, J. (2004). Deleuze and Geophilosophy: A Guide and Glossary. Edinburgh University Press.

Deleuze, G., & Guattari, F. (1983). Anti-Oedipus: Capitalism and Schizophrenia. University of Minnesota Press.

Deleuze, G., & Guattari, F. (1987). A Thousand Plateaus: Capitalism and Schizophrenia. University of Minnesota Press.

Juliman, A. (2020). Jaringan Aktor dalam Proses Membangun Rumah Tradisional Bugis di Kabupaten Soppeng [Tesis]. Institut Teknologi Bandung.

Lundy, C. (2012). History and Becoming Deleuze’s Philosophy of Creativity. Edinburgh University Press.

Octavia, L. (2022). Jelajah Pemikiran Josef Prijotomo terhadap Arsitektur Nusantara (Tahun 1999-2020): Kajian Sejarah Pemikiran. ATRIUM: Jurnal Arsitektur, 7(2), 141–160. https://doi.org/10.21460/atrium.v7i2.156

Prijotomo, J. (2018). Omo uma ume omah. Wastu Lanas Grafika.

Somers-Hall, H. (2018). The Smooth and the Striated. In H. Somers-Hall, J. Williams, & J. Bell (Eds.), A Thousand Plateaus and Philosophy (pp. 242–259).

Waterson, R. (1990). The Living House: An Anthropology of Architecture in South-East Asia. Oxford University Press.

Widiastuti, I., & Kurniati, F. (2019). Modernization and vernacularity in the tradition of Minangkabau architecture of the West Sumatra in Indonesia. ISVS E-Journal, 6(2).

Widiastuti, I., & Nurhijrah. (2021). Transformations and Re-domestications of Karampuang Vernacular Architecture from lekeang, rumah besar to bola Architecture, Indonesia. ISVS E-Journal, 8(3).

Downloads

Published

2024-12-20