Bentuk dan Material Bangunan Permukiman Pulau Lakkang Makassar

Authors

  • Edward Syarif Universitas Hasanuddin
  • Asniawaty Universitas Hasanuddin
  • M. Taufik Ishak Universitas Hasanuddin
  • Anissa Citrani Muliadewi Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.32315/ti.12.c001

Keywords:

bentuk, Lakkang, material, tradisional

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk dan material bangunan serta aspek-aspek yang mempengaruhi pada permukiman Pulau Lakkang, Kecamatan Tallo, Makassar. Kondisi geografisnya dan sosial-budaya masyarakat pulau Lakkang telah mempengaruhi bentuk dan material bangunan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan penduduk setempat dan analisis literatur untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor ini saling berinteraksi dan mempengaruhi keputusan arsitektural di Pulau Lakkang. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa bentuk bangunan di pulau Lakkang menyesuaikan dengan karakter alamnya dan konsep rumah Makassar, sedangkan material bangunan yang digunakan menyesuaikan dengan konteks lokal. Aspek-aspek yang mempengaruhi bentuk dan material bangunan adalah faktor lingkungan seperti iklim dan topografi, faktor ekonomi seperti biaya dan ketersediaan material, faktor sosial-budaya yang mencakup tradisi dan preferensi masyarakat, serta fungsi bangunan. Bentuk rumah panggung masih dipertahankan sebagai bangunan rumah suku Makassar. Integrasi antara bentuk dan material bangunan dengan memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya adalah kunci dalam pengembangan arsitektur yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik di Pulau Lakkang. Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika arsitektural di kawasan pulau dan pentingnya pendekatan kontekstual dalam desain bangunan.

References

Afdholy, A. R,, Hamka, Winarni, S. (2011). Tipologi Pola Tata Letak Rumah Pada Permukiman Tepian Sungai Kota Banjarmasin. Pawon: Jurnal Arsitektur, Nomor 01 Volume 05.

Gelemter, M. (1995). Sources of Architectural Form; A Critical History of Western Design Theory, Manchester University Press, UK.

Hindarto, P. (2007). Inspirasi Rumah Sehat di Perkotaan (1st ed.). Yogyakarta.

Kusliansjah, K. (2015). Konsep Arsitektur Kawasan Sungai Pasang Surut Pada Era Pra Kolonial Dan Kolonial di Kota Lama Banjarmasin. Disertasi. Tidak dipublikasikan. Bandung: Universitas Katolik Parahyangan.

Nurfansyah. (2008). Settlement Pattern Model at Riverside. Info Teknik, Volume 9 Nomor 2 .

Nadjmi, N., Masita, I. (2019). Transformasi Bentuk dan Material Rumah di Permukiman Pesisir Suku Bajoe di Bone, Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia.

Purwanto, E., Gultom, J. (2013). Kajian Tipo-Morfologi Permukiman Tepi Sungai (Studi Kasus Permukiman Tepian Sungal Arut Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawarlngin Barat Provinsl Kalimantan Tengah). Jurnal Tesa Arsitektur, Volume 11, Nomor 2, Desember 2013, ISSN 1410-6094. Diakses melalui https://journal.unika.ac.id/files/journals/3/articles/45/submission/copyedit/45-87-1-CE.pdf

Radja, A. M. (2000). Keragaman Rumah Tradisional Makassar; Studi Kasus Rumah Tradisional Makassar di Buluttana, Gowa, Sanrobone, dan Tamassaju, Takalar. Tesis Magister Arsitektur, UGM, Jogjakarta.

Sriyana (2005). Pendekatan Model Pengendalian untuk Mengurangi Risiko Akibat Gelombang ekstrim, Jurnal Media Komunikasi Teknik Sipil, Volume 13, No. 2, Universitas Diponegoro, Semarang. Diakses pada melalui https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkts/article/view/3914/0

Syarif, E., Kusno, A., Nadjmi, N., Syadzwina, A. (2020). Local-Wisdom and Its Influence to Disaster Mitigation on the Spatial Configuration of Lakkang Waterfront Settlement, IOP Prociding The 3rd EPI International Conference on Science and Engineering.

Downloads

Published

2024-12-20