Efektivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Studi Kasus: Karebosi, Makassar
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.12.c009Keywords:
ruang publik, pemanfaatan ruang, efektivitas ruangAbstract
Kenyamanan pada ruang publik merupakan isu krusial di negara-negara berkembang, khususnya di wilayah perkotaan dengan segala permasalahannya. Ruang publik sebagai fasilitas kota merupakan upaya penyediaan ruang terbuka bagi masyarakat. Karebosi merupakan salah satu ruang publik yang terkenal di Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun demikian, ruang publik ini dinilai belum optimal. Beberapa teori berpendapat bahwa ruang terbuka publik yang baik dapat menampung berbagai aktivitas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ruang terbuka publik dengan Good Public Space Index (GPSI). Analisis yang digunakan adalah enam variabel dalam GPSI. Ruang lingkup studi ini menunjukkan efektivitas pengembangan ruang publik sebagai bagian dari transformasi perkotaan yang menjelaskan pemanfaatan ruang publik di Karebosi. Pembangunan kota tidak terlepas dari pembangunan sosial, di mana aktivitas sangat menentukan efisiensi keberlanjutan ruang di pusat kota. Meningkatnya nilai ruang publik akan mengoptimalkan peningkatan makro dan fungsi pembangunan serta memengaruhi daya tarik dan daya saing kota di tingkat nasional.
References
Amin, A., Akil, A., & Patandianan, M. V. (2014). Kajian Nilai dan Fungsi Sosial Ruang Publik; Studi Kasus: Kawasan Pantai Losari Makassar. Urnal Wilayah & Kota Maritim: Journal of Regional and Maritime City Studies, 2(1), 11–22.
Arisaputra, A. L. S., & Asano, J. (2021). The Informal Sector of Cities: Characteristics of Local Codes for Street Vendors as Urban Elements and Employment in Makassar. Urban and Regional Planning Review, 8(0), 85–102. https://doi.org/10.14398/urpr.8.85
Carmona, M. (2021). Public Places Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. Routledge Taylor and Francis Group.
Gehl, J. (1989). A changing street life in a changing society. Places, 6(1).
Irfandi, Mirza, Irzaidi, & Huda, K. (2017). Pengaruh Kualitas Fisik Ruang Terbuka Publik Aktif Perkotaan Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat. Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, A23–A30.
McNeill, D. (2011). Fine grain, global city: Jan Gehl, public space and commercial culture in central Sydney. Journal of Urban Design, 16(2). https://doi.org/10.1080/13574809.2011.548977
Mehta, V. (2007). A Toolkit for Performance Measures of Public Space. 43rd ISOCARP Congress 2007.
Mehta, V. (2014). Evaluating Public Space. Journal of Urban Design, 19(1). https://doi.org/10.1080/13574809.2013.854698
Saputri, D. D. (2018). Penilaian Fungsi Taman Kota Sebagai Ruang Terbuka Publik di Kota Surabaya. Jurnal Penataan Ruang, 13(2). https://doi.org/10.12962/j2716179x.v13i2.7113
Arisaputra, A. L. S., & Asano, J. (2021). Inclusive Governance of Street Vending during the Urban Development Process in Makassar, Indonesia. Tokai Chapter Architectural Research Meeting (59), 589–592.
Siregar, J. P. (2014). Assessment Of Public Space Quality Using Good Public Space Index. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 135.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Andi Lolo Sinrang, Nasruddin, Hartawan, Imriyanti, Pratiwi Mushar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




