Dampak Abrasi di Pesisir Pantai Lebih dan Pura Tanah Lot, Bali terhadap Keberlanjutan Destinasi Wisata Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.32315/ti.12.d001%20Keywords:
abrasi, dampak, destinasi, pantai, pariwisata BaliAbstract
Abrasi merupakan salah satu permasalahan umum yang terjadi di beberapa pantai di Bali seperti yang terjadi di Pantai Lebih dan Pantai Tanah Lot, yang merupakan kawasan tujuan wisatawan berkunjung ke Bali. Pantai Lebih terletak di kabupaten Gianyar dan dijadikan sebagai kawasan pariwisata berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali No. 528 Tahun 1993. Sedangkan Pantai Tanah Lot merupakan salah satu destinasi wisata sekaligus tujuan tirta yatra bagi masyarakat Hindu. Permasalahan abrasi mengakibatkan mundurnya garis pantai dan berdampak bagi lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, permasalahan kawasan pesisir ini dapat menurunkan kualitas Pantai Lebih dan Pantai Tanah Lot yang dikenal sebagai destinasi wisata di Bali. Penelitian ini merupakan sebuah penelusuran awal kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk menangani permasalahan di Pantai Lebih dan Pantai Tanah Lot, untuk mengetahui bagaimana pengaruh permasalahan abrasi yang terjadi di kedua pantai tersebut dari segi sosial-budaya, ekonomi, dan lingkungan sekitar
References
Ambarawati, & Lissa, P. (2011). TOPIK SURVEY: Kerusakan pantai dan penanggulangannya Pantai Lebih.
Arifano, M. (2019). Tanah Lot Sebagai Daya Tarik Wisata Di Bali. Domestic Case Study 2018. Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo.Yogyakarta.
Bryman, A. (2001). Social Research Methods. Oxford University Press.
Corbetta, P. (2003). Social Research: Theory, Methods and Techniques. SAGE Publications.
Cresswell, J. W., & Cresswell, J. D. (2014). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications, Inc.
Gunarta, I. W. E. (2019). Banjir Rob Genangi Warung Warga di Pantai Lebih Gianyar, Pusat Didesak Bangun Terowongan.
Hariyanto, T., Mukhtar, M. K., & Pribadi, C. B. (2018). Evaluasi Perubahan Garis Pantai Akibat Abrasi Dengan Citra Satelit Multitemporal (Studi Kasus: Pesisir Kabupaten Gianyar, Bali). Geoid, 14(1). https://doi.org/10.12962/j24423998.v14i1.3822
Ilham, R. K. (2019). Abrasi Pantai Lebih, Gianyar, Bali . Universitas Brawijaya.
Imawati, I. A. P. F., & Pradnyawati, L. I. (2018). Aplikasi Perubahan Garis Pantai dengan ONE-LINE Model. JURNAL SISTEM DAN INFORMATIKA, 13(1).
Istijono, B., Hidayat, B., Rizaldi, A., & Sabri, A. Y. (2014). Analisis Penilaian Kinerja Bangunan Pengaman Pantai terhadap Abrasi di Kota Padang. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI XXXI, 453–461.
Keputusan Gubernur Bali Nomor 528 Tahun 1993 Tentang Kawasan Pariwisata (1993).
Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Bali Tahun 2005-2025 (2009).
Polit, D. F., & Hungler, B. P. (1987). Nursing Research: Principles and Methods. Lippincott Williams and Wilkins.
Syahrul. (2020). ANALISIS MITIGASI BENCANA ABRASI PADA KAWASAN PESISIR KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR [Skripsi]. Universitas Bosowa Makassar.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana (2007).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Tri Anggraini Prajnawrdhi, Kadek Suwi Yantari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




